Kemenparekraf Gandeng Bukalapak Bekali Pelaku Kriya Pelatihan Pemasaran Digital

0
412

REMBANG, Beritamerdekaonline.com – Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Bukalapak membekali para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Rembang, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor kriya batik dengan pelatihan pemasaran digital melalui program Pendampingan Pemasaran Daring Kriya, Kamis (22/10/2020).

Pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan mulai 22 Oktober – 23 Oktober 2020 di salah satu hotel di Rembang ini tidak hanya sebagai upaya memperkuat kapasitas juga kompetensi para pelaku usaha kreatif untuk keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19, tapi juga untuk mampu menembus pasar ekspor secara efisien.

Henry Karnoza, Kordinator pengembangan sentra kreatif Kemenpar menjelaskan tujuan diadakannya pendampingan pemasaran daring kriya adalah ingin dijadikannya kriya sebagai suatu pemberdayaan ekonomi khususnya masyarakat Kabupaten Rembang.

“Kemenpar memfasilitasi pelatihan pemasaran digital bekerja sama dengan Bukalapak, nantinya kita angkat khusus subsektor kriya batik tulis Lasem ada di Bukalapak,” ucapnya.

Henry menambahkan pihaknya berharap melalui pelatihan ini bisa meningkatkan pengetahuan para pelaku usaha di Kabupaten Rembang tentang pemanfaatan digital marketing tersebut, selain itu juga memberikan alternatif solusi pemasaran bagi pelaku usaha khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini dan pastinya meningkatkan kontribusi dengan adanya masuk di Bukalapak.

“Nanti kita monitor dari 50 peserta yang ikut ini, siapa yang serius, siapa yang sudah berhasil terkait perkembangan keberhasilannya. selanjutnya kita kalkulasi dan kita angkat melalui pendampingan pemasaran dengan Bukalapak,” terangnya.

“Diharapkan setelah melalui pelatihan ini para pelaku bisnis kriya batik dapat menerapkan konsep pemasaran digital untuk bisa bertahan di era pandemi dan juga bersaing dengan pebisnis lain secara global,” tambahnya.

Yuliana Rini, Kordinator Tim Kata Kreatif Kemenpar menerangkan dalam pelatihan yang didominasi kalangan anak muda antusiasnya sangat luar biasa sekali, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang juga mensuport.

“Justru itu yang menjadi sasaran kita, jadi kalangan anak muda tersebut bisa konservasi dan inovasi terkait kreasi dari kriya ini yang berkaitan dengan marketingnya,” pintanya.

“Peserta yang mengikuti pelatihan ini awalnya kita seleksi, jadi ada persyaratan khusus untuk ikut dalam kegiatan ini meliputi mereka sudah paham terkait sosial media, masih kalangan anak muda dan mempunyai minat di sisi kriya dan mempunyai kegiatan produksi,” ungkapnya.

Korlab Komunitas Bukalapak, Raymond Ignatius Hinggu M mengatakan fasilitas yang di dapat peserta pelaku usaha dalam pelatihan ini adalah pembuatan toko atau lapak baru di Bukalapak.

“Jadi kami bantu total 50 orang nantinya akan membuat toko baru atau lapak baru di Bukalapak. Dikarenakan Bukalapak hadir untuk membantu pelaku usaha di program pemasaran digital secara kreatif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Wisata dan Pariwisata Rembang, Purwono menyampaikan ekonomi kreatif merupakan sektor yang sangat berpotensi untuk memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM), selain 17 sektor lain yang ada di Kabupaten Rembang.

“Pengembangan pemberdayaan Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten Rembang sudah berjalan berupa pelatihan – pelatihan yang di khususkan untuk binaan desa miskin (desa merah), dikarenakan ada 2 desa yang tergolong desa merah perekonomian,” pungkasnya. (Minan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here