Kemunculan Keraton Baru Djipang di Blora, Akhirnya Terkuak

0
652
Foto : Gelar budaya Keraton Djipang di Blora Jawa Tengah, ( foto : Facebook/pra Arya Jipang II). Jumat (17/1/2020). (Muhammad Minan Bashori).

BLORA, BM – Kemunculan fenomena Kerajaan baru, yakni Keraton Djipang di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang sontak membuat geger warganet beberapa hari ini, akhirnya terjawab.

Kerajaan Djipang sendiri menurut sejarah, desa Djipang dahulu pernah menjadi pusat pemerintahan kotaraja dan Kerajaan Jipang pada pertengahan abad 15 sebagian dari kerajaan Majapahit, lalu menjadi kerajaan vazal (bawahan) dari kerajaan Demak atau lebih dikenal dengan sebutan Kadipaten Djipang.

Kadipaten Djipang sendiri, dulunya memiliki salah satu raja atau adipati yang terkenal adalah Arya Penangsang atau Arya Jipang.

Bedasarkan hasil pantauan Beritamerdekaonline.com, perihal berdirinya kembali Keraton Djipang bukan untuk membuat sistem pemerintahan baru. melainkan hanya ingin memelihara dan melestarikan kebudayaan yang masih tersisa dan meluruskan sejarah yang tidak seluruhnya benar.

Kebangkitan Kerajaan Djipang ini, menginginkan adanya pelestarian budaya peninggalan leluhur, kearifan lokal berupa tradisi budaya yang selama ini telah diwarisi oleh masyarakat Cepu dan berbagai macam peninggalan sejarah yang masih tersimpan, nantinya akan dijadikan potensi wisata yang bisa menghidupkan geliat ekonomi masyarakat dan bisa menarik wisatawan untuk datang ke Cepu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blora, Slamet Pamuji saat dikonfirmasi awak media mengatakan, Pemerintah Kabupaten Blora selama ini belum pernah memberikan fasilitas terkait adanya Keraton Djipang.

Sekitar tahun 2016 saat mengadakan kirab pertama, pihak Pemkab Blora mendapatkan laporan terkait kirab itu, akan tetapi pihak Pemkab tidak hadir, dikarenakan Bupati Blora kala itu belum menanggapinya dengan serius.

“Karena belum jelas, dan tidak adanya data lengkap juga tidak adanya laporan terkait berdirinya Keraton Djipang,” ungkap Pamuji.

Lanjut Pamuji, kegiatan didalamnya hanyalah pelestarian budaya peninggalan leluhur, semenjak bertemu PRA Barik Barliyan Surowiyoto, orang Palembang yang mengaku keturunan ke 15 dari Aryo Mataram yakni adik kandung Arya Penangsang.

Pamuji menambahkan, jadi untuk sementara, kegiatan di Keraton Djipang hanyalah pelestarian budaya dan menjaga kearifan lokal berupa tradisi budaya yang bernama Adipaten Djipang yang pernah ada di Cepu.

“Terkait adanya Keraton Djipang sendiri, sampai sekarang belum tercatat di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blora, karena mereka tak pernah berkoordinasi ke pihak kami,” jelasnya.

Kedepan pihak Pemkab Blora akan mengomunikasikan kembali bersama  PRA Barik Barliyan Surowiyoto selaku Raja Keraton Djipang, perihal apa maksud dan tujuan mendirikan kembali Keraton Djipang. (Minan).

Penulis : Minan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here