Kijang Innova Hantam Tembok Pagar Kelurahan Klepu, Tiga Orang Meninggal, Dua Orang Luka Parah

0
2933
Foto : Kondisi mobil kijang Innova usai menabarak tembok pagar kelurahan klepu, Rabu (6/5/2020). (Agus Hamzah).

SEMARANG, BMOnline – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Bima Raya,Pringapus-Klepu, tepatnya depan Kantor Kelurahan Klepu,Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pukul 01.30 WIB, Rabu (06/05/2020).

Diketahui, satu unit mobil kijang Innova berplat nomer H 8739 WL  yang dikemudikan Maslukul Munjalin, warga Lengkong, RT 02 Rw 03, Desa Wonorejo, kecamatan Pringapus, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah barat menuju timur, mobil tampak terlihat oleng saat melaju, sehingga menabrak tembok pagar kantor Kelurahan Klepu.

Foto : Kondisi Korban meninggal. (Abus Hamzah).

Menurut saksi mata,  Sobari, (65),  warga Jalan Bima Raya, Klepu, Kecamatan Bergas, mengatakan, dirinya mendengar suara benturan keras di lokasi, ia melihat mobil sudah keadaan ringsek karena menghatam pagar tembok Kelurahan.

“Saya dengarnya keras sekali, lalu saya melihat dua orang terlempar keluar dan tiga orang didalam mobil meninggal dunia,” kata Sobari pada beritamerdekaonline.com.

Lanjut Sobari, dua orang korban sudah posisi di luar mobil kondisi sangat sekarat dan tiga orang masih ada di dalam mobil tewas seketika.

Sobari menambahkan,  potongan tembok yang di tabrak Mobil Kijang Innova itu, terlempar hingga 20 meter dan menghantam ruang depan LKD Klepu yang bersebelahan dengan kantor Kelurahan.  Terlihat ruang depan LKD hancur berantakan dengan potongan tembok pagar di dalamnya.

“Kecepatannya tinggi sekali, sampai pagar tembok Kelurahan ini, terlempar kurang lebih 20 meter dan kondisi mobil rusak parah,” ucapnya.

Sementara itu, saksi yang lain, Wildan yang juga warga klepu, mengungkapkan, mobil melaju dengan kencang dari timur dan terlihat sangat oleng kemudian menabrak tembok pagar ini, diduga pengemudi mobil kijang itu dalam keadaan mabuk. Bahkan batang pohon di samping pagar juga terlihat hancur.

“Saat kejadian warga langsung berdatangan memberi pertolongan karena masih ada korban didalam mobil waktu itu, kalau dugaan kami sebagai warga sepertinya supri dalam kedaan mabuk berat, sehingga tidak bisa mengendalikan setir mobilnya, kemudian kita melaporkan ke kepolisan dan membawanya ke Rumah Sakit,” Jelasnya. 

Dari informasi yang dihimpun beritamerdekaonline.com, diketahui tiga orang meninggal dunia dalam kecelakaan itu, sedangkan dua orang lainnya mengalami kritis. Kasus kecelakaan tunggla ini langsung di tangani pihak kepolisian dan masih dalam penyidikkan Sat lakalantas Polres Semarang, dan semua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Ken Saras. (Agus Hamzah).

Penulis : Agus Hamzah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here