Kisah Pilu 2 Kakak Adik Sepupu, Jadi Korban Pencabulan hingga Penyekapan

0
2460
Foto Istimewa

Beritamerdekaonline.com, NTT – Lagi-lagi jagat maya kembali dihebohkan dengan kasus kekerasan seksual. Kali ini dialami oleh dua anak di bawah umur, masing-masing FN (14) dan MT (13) warga Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kedua kakak beradik disekap selama 4 hari oleh DB (pelaku), warga Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS.

Tidak hanya disekap, kedua anak tersebut diancam akan dibunuh jika tak mau melayani nafsu bejatnya. Bahkan FN dipaksa melayani nafsu bejat pelaku sebanyak 3 kali selama disekap.

FN mengisahkan, peristiwa malang itu bermula pada Senin (26/4/2021) sore, sekitar pukul 17.30 wita. Saat itu, FN bersama adik sepupunya MT pergi ke kali untuk mandi.

Seusai mandi, keduanya bergegas pulang ke rumah. Di tengah jalan, ia dan adik sepupunya bertemu dengan pelaku. Lalu pelaku mengajak keduanya untuk ikut ke rumahnya, namun ajakan itu ditolak.

Merasa ajakannya ditolak, pelaku pun marah. Kemudian mengeluarkan pisau dan mengancam keduanya agar mau ikut bersama ke rumahnya.

Merasa terancam dan takut, maka keduanya menuruti saja perintah pelaku, lalu pelaku menyuruh keduanya naik ke motor miliknya dan berboncengan 3 orang menuju ke rumah pelaku.

“Pelaku kasih keluar pisau dan ancam mau bunuh kami kalau tidak ikut. Akhirnya kami ikut naik dia punya motor,” kisah FN, Kamis (6/5/2021).

Setibanya di rumah pelaku, kata FN, pelaku menyekapnya kedua kakak beradik di sebuah kamar dan tidak diperbolehkan keluar.

Dengan sebilah pisau ditangannya, pelaku mengancam keduanya dan memaksa agar mau melayani nafsunya. Jika menolak keduanya akan dibunuh.

Tak ingin adiknya diperkosa, FN pun berusaha menyelamatkan sang adik dengan cara menghalangi pelaku. Dirinya meminta pelaku untuk tidak menyentuh tubuh sang adik lantaran masih kecil dan masih sekolah.

Masih di bawah ancaman pelaku, FN terpaksa melayani nafsu bejat pelaku yang sudah tak terbendung guna menyelamatkan sang adik.

“Saya kasihan adik saya. Dia masih kecil, masih sekolah, makanya saya minta pelaku jangan sentuh dia, biar saya saja.
Saya terpaksa berbuat begitu karena takut akan dibunuh makanya saya terpaksa layani dia,” ungkap FN.

Selama disekap oleh pelaku, korban terpaksa melayani keinginan pelaku sebanyak tiga kali, sejak Senin hingga Rabu (28/ 4/2021).

Untuk memuluskan niat jahatnya, setiap pelaku ingin dilayani, selalu mengancam korban dengan pisau sebelum menyetubuhinya.

Korban dan adiknya baru dilepas pada Jumat sekitar pukul 03.00 WITA.

Sebelum membiarkan korban dan adiknya pulang, pelaku masih mengancam akan membunuhnya jika kejadian itu diceritakan kepada keluarga.

Tak hanya mengancam korban, pelaku juga mengancam akan membunuh semua keluarga korban jika kejadian itu dilaporkan.

“Hari Jumat pagi baru pelaku lepas kami. Tapi dia ancam mau bunuh kami kalau lapor kejadian tersebut,” pungkasnya.

Kasus ini kini sudah ditangani Polsek Kualin dan hingga berita ini diterbitkan, pelaku belum berhasil ditangkap aparat. (Albon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here