Kisruh Kades BP 1 Dengan Masyarakat, Soal Penebangan Kayu Mahoni Desa

0
1192

SELUMA, Beritamerdekaonline.com – kisruh kades BP 1 dengan masyarakat masalah kayu mahoni milik desa Bukit peninjauan 1, Rabu (16/09/2020).

Berawal dari laporan masyarakat yang berdekatan langsung dengan pohon mahoni  di pinggir lapangan bola Bukit peninjauan 1, bahwasanya kayu mahoni itu sudah condong arah ke rumah warga dan karena merasa itu penting serta berbahaya, untuk itu kayu itu ditebang oleh kepala desa.

Menurut keterangan ketua BPD Ruslan Rianto sebagai negosiator dan fasilitator mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat melalui jalur musyawarah.

“Itu atas kesalahannya kades BP1, menebang kayu tanpa musyawarah mengenai kayu tersebut. Lalu kita adakan musyawarah memanggil kades dan perangkatnya, serta warga masyarakat biar ada titik temu,” jelasnya.

Tapi disayangkan kades sendiri tidak hadir, dan ada dua kadus yang hadir, antara lain kadus tiga, jaya Sanjaya dan kadus enam, Harsono.

Sedangkan dari BPD sendiri dihadiri, Ketua BPD, Ruslan Rianto, Wakil Ketua BPD Asnilawati, Sekertaris BPD Abdul Muthalib, anggota BPD Sarjio dan perwakilan warga masyarakat, Total daftar hadir 37orang.

Kesepakatan hasil musyawarah dimasukkan di notulen, denagn hasil rapat, pertama meyesalkan tindakan kades menebang kayu mahoni  tanpa musyawarah, Karna kayu itu mempunyai nilai historis yang ada di exs BP 1. Kedua, mempertanyakan apa dan untuk apa tujuannya kades menebang kayu mahoni itu. Dan Ketiga, menyesalkan tindakan kades yang menganggap warga masyarakat tidak perlu di ajak musyawarah. Dan tidak menganggap  ada masyarakat,

Untuk itu masyarakat Meminta kades tersebut mundur dari jabatannya, dan meminta pertemuan berikutnya dengan semua yang terkait.

Lebih lanjut, setelah rapat lanjutan kepala desa atau kades menyatakan, permohonan maaf melalui BPD, dan menyerahkan bagaimana baiknya kayu itu dan untuk apa kayu itu ke pada BPD.

“Karna saya tidak ada niatan untuk menguasai kayu itu kata kades ditirukan ketua BPD, Usul saya sebagai ketua BPD alangkah baiknya kayu itu kita lelang seperti yang di inginkan masyarakat, dan bagaimana realisasi kita bahas lagi bersama,” ucap Ruslan,

“Setelah pertemuan ini, kami sampaikan kepada masyarakat hasil musyawarah tersebut, tetapi Masih banyak masyarakat yang kurang menerima hasil musyawarah tersebut dan keinginan masyarakat, kades menyampaikan secara langsung tanpa melalui perwakilan,” Imbuhnya,

Menurut salah seorang perwakilan warga masyarakat yang juga pernah menjadi ketua linmas BP I,  Sarim mengatakan, dirinya sangat menyesalkan atas tindakan kades menebang kayu tanpa musyawarah, padahal sudah beberapa kali kades ditegur dan diingatkan, namun tidak menghiraukan untuk permasalahan yang lalu, bahkan itu juga tanpa musyawarah dan telah di maafkan.

“Dan kini terulang lagi, Kalau memang kades mau berdamai  temui masyarakat,akui kesalahan dan minta maaf dan jangan Melalui perwakilan, temui secara gentlemen, Kalau tidak mau, masyarakat menuntut kades turun atau mundur dari jabatannya, karena tidak pantas lagi sebagai kades,” Tegas Sarim.

Terpisah, Kades BP 1 Suheri, saat di konfirmasi media, menyatakan, dirinya tidak akan menemui warga masyarakat, karena niatannya sudah baik.

 “Pohon kutebang karena condong di rumah warga, dari laporan warga itulah makanya saya berani menebangnya,” tutup kades suhaeri.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada titik temu antara dua belah pihak. (Suripno)

Penulis : Suripno

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here