Konsep Kesejahteraan Nelayan Lebih Jelas dan Realistis, Warga Bengkulu Utara Pilih Rohidin Lanjutkan

0
2874
Petahana Rohidin Mersyah bersama warga Bengkulu Utara.

Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com – Nelayan dan masyarakat pesisir, menjadi pemeran utama pengelola wilayah laut. Tak hanya dituntut menerapkan perilaku pengelolaan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, perekonomian nelayan tradisional dan masyarakat pesisir harus ditingkatkan levelnya agar lebih mapan dan sejahtera.

Petahana  Rohidin Mersyah saat kampanye dialogis bersama nelayan Ketahun Bengkulu Utara di Desa Bukit Indah menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program kesejahteraan nelayan. Selain program kerakyatan yang bersifat umum, khusus untuk nelayan, juga menjadi prioritas.

“Kita memiliki 524 kilometer panjang garis pantai yang terbentang di tujuh wilayah. Program untuk nelayan, kita jamin akan kita lanjutkan. Tentu dengan pembenahan dan penguatan, agar nelayan kita lebih sejahtera,” tutur Rohidin, Selasa (24/11/2020).

Rohidin menegaskan, program pemberdayaan dan bantuan alat untuk profesi usaha, diberikan kepada kelompok-kelompok profesi. Baik petani, maupun nelayan. Untuk itu, komunitas nelayan di Bengkulu harus diperkuat, salah satunya dengan mendirikan koperasi nelayan.

“Ada berbagai program, pemberdayaan dan bantuan yang lebih mudah diakses jika komunitas atau kelompok-kelompok nelayan ini menjadi koperasi. Ini kita dampingi agar terbentuk, kemudian komunikasi juga kita jalin agar program-program sektor perikanan dan kelautan bisa diakses oleh nelayan dan masyarakat pesisir,” papar Rohidin.

Peningkatan sumber daya manusia (SDM), lanjut Rohidin, juga perlu dilakukan untuk nelayan di Bengkulu. Rohidin mengakui, berprofesi di laut sebagai nelayan, adalah pekerjaan tak mudah lantaran masih terbatasnya kemampuan para nelayan untuk menjangkau perairan di Bengkulu yang menghadap langsung ke Samudera Hindia.

“SDM juga kita tingkatkan, tentu dengan dukungan infrastruktur dan sarana prasarana, agar masyarakat kita bisa menjangkau perairan di Bengkulu. Jadi, tidak menonton saja saat nelayan luar daerah melaut di Bengkulu,” ucap pasangan Rosjonsyah ini saat dialog.

Sebelumnya, Doris Sefri, pemuda Bukit Indah menuturkan bahwa komunitas nelayan di daerah itu masih berbentuk Kelompok Usaha Bersama. Terbatasnya akses program serta bantuan pemberdayaan menjadikan mereka hanya mengandalkan sistem nelayan tradisional yang masih konvensional. Dirinya bersama warga berharap Rohidin melanjutkan kepemimpinan pada periode 2021-2024 agar program untuk nelayan lebih diperkuat.

“Kita mengharapkan Rohidin berlanjut, karena dia tegas untuk kelestarian laut dan kesejahteraan nelayan,” terang Doris yang saat itu menceritakan adanya kapal perusahaan tambang yang menghalangi jalur akses nelayan di Muara Ketahun.

Dirinya juga mengapresiasi kolaborasi Pemprov Bengkulu dan Pemkab Bengkulu Utara yang telah mengakomodir program kesejahteraan bidang kelautan dan perikanan untuk daerah kawasan pesisir Bengkulu Utara.

“Kita pilih nomor 2 untuk Pilgub, Rohidin lanjutkan. Beliau dekat dan perhatian dengan kami para nelayan. Semoga kita menang,” seru Doris.

Untuk diketahui, Pemprov Bengkulu telah meluncurkan kebijakan untuk memudahkan pelaku usaha perikanan dalam penggunaan kapal dan penangkapan ikan di laut dengan penyederhanaan dan percepatan perizinan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, asuransi nelayan, dan kartu nelayan sebagai izin penangkapan benih benur lobster.

Melaui sinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten atau kota, bantuan untuk nelayan juga terus didistribusikan, namun tidak untuk pribadi atau perorangan. Melainkan melalui kelompok nelayan yang terdaftar di tiap-tiap wilayah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here