Koordinator SPAK Aceh Tuding Kasus Dana Desa Masjid Pirak Diduga Tak Diusut Kejari Aceh Utara

0
2380

LHOKSUKON, beritamerdekaonline.com Laporan Masyarakat terkait dugaan Penyelewengan Dana Desa Masjid Pirak Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara dituding tidak diusut oleh Penyidik kejaksaan Negri Aceh utara. Pasalnya, sudah Tiga tahun sejak dilaporkan pada bulan september 2017 silam hingga kini tidak ada kejelasan.

Sebelumnya pengunaan dana desa Masjid Pirak TA 2015-2017 terindikasi adanya penyelewengan. Hal ini sudah pernah dilaporkan secara resmi ke Kejari Aceh Utara untuk dilakukan pengusutan. Senin (26/10/2020)

Pegiat Perempuan Anti Korupsi Aceh, koordinator Lembaga SPAK Aceh, Yulindawati pada September 2017 silam mendampingi masyarakat Desa Masjid Pirak untuk melaporkan tindakan dugaan Korupsi terkait dana desa.

Ketika itu berkas pelaporan disampaikan secara resmi dengan dukungan dukumen-dukumen dan diterima dangan surat laporan dari pihak kejari yang diwakili kaur tata usaha Asril Fiza diruang kerjanya.

Setelah dilaporkan, Pada tanggal 6 Maret 2018 tim Kejari aceh utara yang di pimpin oleh kasi Intel Erning Kosasih meninjau langsung ke desa tersebut.

“Sampai hari ini hasil tim kejari belum juga keluar atau diberitahukan kepada pelapor, seharusnya setiap laporan yang di laporkan oleh masyarakat wajib di publikasikan kepada masyarakat dan kepada pelapor, maupun perkembangan penyidikan dan penyelidikan yang di lakukan,” Ucap Yulindawati.

“Apalagi ini sudah 3 tahun berlalu tidak ada tindak lanjut sama sekali, penting untuk di publikasikan agar masyarakat mengetahui kinerja penegak hukum,” katanya.

Lembaga SPAK berharap kasus ini dapat ditindak lanjuti sesuai undang undang dan peraturan yang berlaku, mengedepankan asas transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum.

“Kasus ini harus diselesaikan agar citra penegak hukum dimata masyarakat semakin baik,” tutup Yulindawati. (Zulkifli)

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here