KPMT Gelar Even Logistik Halal dan Digitalisasi Era 4.0

0
351
Para nara sumber dalam diskusi Logistik Halal dan Digital Era 4.0, di Ballroom Wisma Mandiri Jakarta, Sabtu (29/9/2019)

Jakarta – Komunitas Pengusaha Muslim Trisakti (KPMT) mengelar diskusi “Potensi Pasar dan Peta Keunggulan Industri Transportasi dan Logistik di Indonesia dalam Pameran Transportasi dan Logistik 2019.

Gelaran ini merupakan even tahunan KMPT bertema digitalisasi 4.0 serta halalisasi logistik dan transportasi, yang di gelar di Ball Room Wisma Mandiri, Jakarta, (29/09/2019)

Dalam diskusi yang dinisiasi oleh alumni Universitas Trisakti, Jakarta ini hadir sebagai pembicara diataranya;
Johanes Purba ( Aprindo), Setiadji (Dewan Pakar Kemenhub), Tjahjadi Lukiman (Pakar Manjemen), Dr Suharto Abdul Majid, Sinaga Kasi Angkutan Pelayanan Dishub DKI Jakarta.

Ketua KPMT, Pramono Dewo, dalam keterangan persnya mengatakan kegiatan ini merupakan even tahunan mengenai logistik dan transportasi dalam Digitalisasi 4.0 serta Halalisasi Logistik dan transportasi

Menurut Pramono banyak publik dan teman-teman belum memahami bagaimana dan makna dari kata ‘halal’ yakni tidak hanya terkait dengan makanan tetapi dalam proses yang sangat penting seperti, soal logistik, angkutan, juga transportasi dimana proses itu bagi teman-teman yang konsen terhadap jalan halal dalam berbisnis, mereka pasti mengevaluasi dari awal proses barang itu diambil sampai tiba di tempat.

“Contohnya, yang paling mudah dipahami publik umpamanya ojek online, dalam operasinya mengangkut barang haram (menurut Islam) setelah selesai mengantar barang haram itu, langsung mengangkut barang halal lainya.Tentu harus ada aturannya karena kalau tidak bagi kaum Muslimin menjadi keresahan tersendiri, disitu konsen kita.’jelasnya

Konsen lainnya, yaitu digitalisasi bahwa dengan semakin besar pasar transport di Indonesia bisa lebih efisien bagaimana target Indonesia menjadi negara yang industri logistik dan transportasinya no empat, tanpa digitalisasi maka industri logistik dan transportasi Indonesia tidak efisien.

” Inti utamanya mendorong teman teman yang belum memiliki usaha.untuk hadir belajar. Hari ini banyak sekali mentor mentor, enterpriner yang telah berpengalaman bagaimana mengelola sebuah bisnis, dan mencari pembiayaan,”ajak Pramono.

Dalam kesempatan itu, juga dilaksankan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Lembaga Pengembangan Transportasi dan Logistik Institut Transportasi dan Logistik (LPTL-ITL) dengan Komunitas Pengusaha Muslim Trisakti (KPMT). (Fahrizal S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here