Kriminal Siber Masuk Kejahatan Menonjol di 2020

0
74
Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imran saat menuju ruangan guna rilis akhir tahun 2020, di BPMJ (Balai Pertemuan Metro Jaya) di Jakarta rabu siang (23/12/2020)

Jakarta,beritamerdekaonline.com – Kepolisian Daerah (Polda Metro) Jaya menyebutkan kasus hoaks dan hate speech menjadi kasus tindak kriminal siber yang menonjol dan menyita perhatian masyarakat sepanjang tahun 2020 di ibu kota DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan selama tahun 2020, Tim Siber Polda Metro Jaya telah menangani sebanyak 443 kasus penyebaran berita hoaks dan 1.448 akun media sosial telah dilakukan take down.

“Dari itu ada 14 kasus dilakukan penyidikan hingga tuntas sampai ke pengadilan,” kata Fadil dalam rilis akhir tahun 2020 Polda Metro Jaya, pada Rabu siang (23/12).
Selain itu, Fadil menyampaikan terdapat juga beberapa kasus yang menonjol yang berhasil ditangani Polda Metro Jaya diantaranya kasus praktik Aborsi yang tidak memiliki izin di jalan Paseban Raya, pada 10 Februari 2020.

Demikian juga, melakukan kasus penyerangan oleh kelompok John Kei 21 Juni 2020. Ketiga kasus asusila, pornografi, LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) berupa pesta seks sejenis di Kuningan Suite 29 Oktober 2020 dengan menetapkan 59 orang sebagai tersangka.

“Keempat kasus unjuk rasa anarkis menolak Undang-Undang Cipta kerja Polda Metro Jaya telah menetapkan 143 orang sebagai tersangka yang berlangsung antara tanggal 6 sampai dengan tanggal 13 Oktober 2020,” ujarnya.

Lanjutnya, kelima kasus pembegalan terhadap pesepeda yang belakangan marak terjadi di daerah Ibu Kota dan sekitarnya. Hal itu merupakan fenomena baru di masa Pandemi Covid-19, terlebih angka minat bersepeda masyarakat yang meningkat selama Pandemi Covid-19.

“Berikutnya pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan jaringan nasional dan internasional sepanjang tahun 2020 Polda Metro Jaya dan jajaran telah mengungkap sebanyak 4.548 kasus narkoba dengan jumlah tersangka 5606 orang. Total barang bukti yang berhasil disita diperkirakan dapat menyelamatkan masyarakat 887.314 jiwa,” katanya.

Ketujuh, kata Fadil, keberhasilan Polda Metro Jaya bersama Tim Satgas Merah Putih Polri berhasil membongkar sindikat narkoba international dengan barang bukti sebanyak 201Kg narkotika jenis sabu di daerah Petamburan, Jakarta Pusat pada 22 Desember 2020.

“Selanjutnya, kasus kerumunan massa yang melanggar protokol kesehatan kelompok MRS di daerah Petamburan dan Tebet pada bulan November 2020. Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan 6 orang tersangka dan melakukan penahanan terhadap MRS yang saat ini kasusnya telah dilimpahkan ke Bareskrim Polri,” sebutnya

“Terakhir, kasus penyerangan enam orang anggota Laskar khusus FPI kepada personel Polda Metro Jaya yang sedang bertugas pada tanggal 7 Desember 2020 saat ini juga kasusnya ditangani oleh Bareskrim Polri,” sambungnya.(ams)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here