Mengenal Lebih Dekat Sosok PPSPM Dalam Proses Pelaksanaan APBN

0
4524
Abdul Mufid, S.E., M.Ec.Dev Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda.

Oleh Abdul Mufid, S.E., M.Ec.Dev
Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
E-mail: abdul_mufid84@yahoo.co.id

Jakarta, Beritamerdekaonline.com – Pada umumnya masyarakat tidak familiar dan asing ketika mendengar istilah Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM), padahal dalam kehidupan sehari-hari kita sangat dekat serta bersinggungan dengan program dan kegiatan pemerintah yang dibiayai dari APBN. Pelaksanaan kegiatan pemerintah dapat berjalan dengan baik dan lancar salah satunya berkat kontribusi Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM).

Dalam kondisi pandemi covid-19 yang masih tinggi, pemerintah terus melaksanakan program penanganganan baik di bidang kesehatan, pemulihan ekonomi nasional dan perlindungan sosial. Untuk membiayai semua program tersebut, pemerintah memerlukan pendanaan yang besar. Padahal disaat yang bersamaan pendapatan negara mengalami tekanan yang hebat akibat adanya pandemi covid-19. Oleh karena itu APBN harus dikelola dengan baik, akuntabel, fleksibel dan adaptif terhadap setiap perubahan kebijakan yang diambil oleh pemerintah saat ini.

APBN harus di laksanakan oleh pengelola anggaran yang baik dan kompeten. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada satuan kerja kementerian negara/lembaga dikelola oleh pejabat-pejabat pengelola anggaran yang terdiri dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA); Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); Pejabat Penguji/Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM), Bendahara Pengeluaran dan Pejabat lainnya.

Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disebut PPSPM adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk melakukan pengujian atas permintaan pembayaran dan menerbitkan perintah pembayaran. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 190/PMK.05/2012, Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membaya (PPSPM) memiliki tugas dan wewenang dalam pelaksanaan APBN yaitu:

a) Menguji kebenaran Surat Perintah Pembayaran (SPP) atau dokumen lain yang dipersamakan dengan SPP beserta dokumen pendukung;
b) Menolak dan mengembalikan SPP, apabila tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan;
c) Membebankan tagihan pada mata anggaran yang telah disediakan;
d) Menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) atau dokumen lain yang dipersamakan dengan SPM;
e) Menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen hak tagih;
f) Melaporkan pelaksanaan pengujian dan perintah pembayaran kepada KPA;
g) Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pengujian dan perintah pembayaran.

Dalam pengelolaan APBN harus ada sinergi dan kerjasama yang baik diantara para pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan PPSPM merupakan pejabat yang bertanggungjawab terhadap terjadinya pengeluaran negara. Perbedaan peran dan tanggungjawab diantara keduanya yaitu, PPK bertanggung jawab secara formil dan materiil, sedangkan PPSPM bertanggung jawab secara formil atau administrasif. Agar terselenggara good governance dan check and balance, maka keputusan PPK terkait pelaksanaan APBN yang tertuang dalam surat permintaan pembayaran (SPP) harus dilakukan pengujian oleh PPSPM.

Peran utama seorang Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) dalam pengelolaan APBN yaitu sebagai penguji Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Penerbit Surat Perintah Membayar (SPM). Secara singkat dan sederhana proses alur pembayaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dirangkum sebagai berikut. Proses pertama diawali dengan pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) oleh PPK kepada PPSPM. Apabila SPP tersebut disetujui, maka selanjutnya PPSPM akan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM). Selanjutnya PPSPM menyampaikannya SPM kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). SP2D menjadi dasar pembayaran kepada pihak yang berhak menerima pembayaran tersebut sesuai dengan data pada SPM yang disampaikan ke KPPN.

Ujung dari seluruh proses pengujian yang dilakukan oleh PPSPM adalah terbitnya Surat Perintah Membayar (SPM). Diperlukan keyakinan yang memadai bagi PPSPM bahwa pembayaran yang tertuang dalam SPP memang dapat dilaksanakan dan lengkap sesuai administrasi yang dipersyaratkan. Keyakinan ini sangat penting karena PPSPM merupakan benteng terakhir terjadinya pengeluaran negara di setiap satuan kerja kementerian negara/lembaga.

Untuk menjaga kualitas dan kemampuan para Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) saat ini pemerintah melalui kementerian keuangan melakukan penilaian kompetensi. Penilain kompetensi meliputi kemampuan teknis, manajerial dan sosial kultural. Apabila telah selesai akan diterbitkan sertifikat kompetensi bagi PPSPM yang lulus penilaian tersebut.

Pandemi covid-19 membuat banyak perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari kita. Penerapan protokol kesehatan dan pembatasan sosial menjadikan pergeseran dalam cara berinteraksi dan berkomunikasi antar sesama. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pengelola anggaran termasuk Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM). Meskipun dalam kondisi pandemi covid-19 seperti ini, proses pelaksanaan APBN tidak boleh terhambat dan harus tetap lancar dan akuntabel.

Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) menjadi kunci dan benteng terakhir dalam pengeluaran negara, sehingga integritas dan rasa tanggungjawab merupakan modal dasar dan utama dalam menjalankan tugas sebagai seorang Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM). selain itu, PPSPM harus memahami dan mentaati semua peraturan terkait pengelolaan keuangan negara.

Pelaksanaan APBN akan menjadi lebih baik dan berkualitas apabila semua pejabat pengelola APBN serta pihak terkait menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, dan tetap menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugasnya. Harapannya APBN dapat meningkatkan kesejehteraan masyarakat dan di pergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.(AM)

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here