Merobek Bendera dan Menginjak Kader Kopri, PKC PMII Bengkulu: Minta Kapolri Tindak Tegas Oknum Polisi di Sultra

0
259
Ketua PKC PMII Bengkulu Ifansyah Putra.

Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Tindakan represif merobek bendera PMII dan menginjak kader Kopri hingga pingsan oleh oknum polisi di Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan kecaman dari PMII di daerah.

Ketua PKC PMII Bengkulu Ifansyah Putra mengatakan PMII dan Polri mempunyai tujuan yang sama dalam menjaga NKRI, mitra dalam menjaga stabilitas negara.

“Musuh kita bersama adalah ketidakadilan dan elite politik yang punya kepentingan sendiri,” ucap Ifan sapaan akrabnya di Bengkulu, Jumat (18/12/2020) siang.

Ia menambahkan, harusnya anggota polri lebih bijak dalam memandang organisasi kemahasiswaan, terlebih lagi mahasiswa sedang mengadvokasi kepentingan masyarakat banyak.

“Jangan karena kasus ini, citra polri yang selama ini telah di bangun baik itu sebagai pengayom masyarakat dan juga mitra dari tiap elemen masyarakat menjadikan stigma negatif bagi masyarakat itu sendiri,” ujar akademisi IAIN Bengkulu ini.

Ifan juga mengatakan reaksi cepat PB PMII juga disambut baik pengurus PMII Bengkulu dengan mengecam tindakan spontan dari oknum polisi tersebut.

“Kader PMII di Bengkulu juga sepakat dengan apa yang dikatakan Sekjen PB PMII, kami juga mengecam tindakan represif oknum polisi dan meminta kepada Kapolda Sultra dan Kapolri untuk mengambil sikap tegas dan memberi sanksi yang pantas bagi oknum polisi tersebut,” pintanya.

Untuk diketahui, sejumlah kader PMII melakukan aksi di depan Mapolda Sultra pada Kamis (17/12/2020). Mereka menuntut agar status tersangka lima orang temannya dicabut. Sebab pemberian status tersangka tersebut dinilai inprosedural atau tidak memiliki dasar yang kuat.

Pemberian status tersangka kader PMII adalah buntut dari aksi demonstrasi di Morosi pada Senin (14/12/2020). Aksi tersebut dilakukan PMII untuk membela hak buruh di PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

Namun kader PMII tersebut justru dituduh sebagai provokator. Akibatnya, mereka ditetapkan sebagai tersangka melalui Surat Ketetapan Tersangka yang dikeluarkan oleh Polda Sultra, tertanggal 15 Desember 2020. Dengan dijerat Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 216 ayat (1) KUHP Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/581/XII/2020/SPKT yang ditandatangani langsung oleh Dir Res Krimum, Kombes Pol La Ode Aries. (BM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here