Pembangunan Jembatan Penghubung Kecamtan Lawe Alas-Bambel Jadi Sorotan Aktivis Agara

0
671
Foto: PPK dari Dinas PUPR agara Mustafa.ST

Kutacane, BMonline – Pembangunan Jembatan Penghubung Kecamatan Lawe Alas dan Kecamatan Bambel Aceh Tenggara, bersumber dari Dana Otsus Aceh Rp 55 Miliar tahun 2019, kini jadi sorotan kalangan aktivis.

Salah satunya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anti Korupsi Alas Generasi (GAKAG), Arafik Beruh, bahwasanya akan tetap menyoroti Proyek Jembatan Penghubung yang berada di Sungai Lawe Alas tepatnya di hilir Desa Pedesi Agara, yang sudah berjalan sejak Tahun 2014 lalu.

Sebab Proyek itu Proyek reguler sejak Tahun Anggaran 2014 lalu, perlu diketahui pada Tahun Anggaran 2019 lalu, proyek tersebut mendapatkan kucuran dana senilai Rp 17,5 Miliar.

Proyek itu diduga besar kemungkinan telah terjadi Mar’up, sebab tidaklah kecil jumlah anggaran yang sudah dikucurkan oleh Pemerintah,hanya satu Segmen kerangka daja yang terlihat sudah utuh berdiri. 

“Memang Proyek itu menelan anggaran yang besar, wajar kita sebagai Aktivis anti korupsi untuk menelusuri rincian pembangunan Jembatan raksasa itu”, sebut Arafik kepada wartawan di kantor PWI setempat pada Kamis (2/4/2020). 

Arafik menambahkan, Proyek itu, sudah berkali-kali di suarakan oleh beberapa Media, bahkan dalam berita itu ada juga dana bantuan dari Ketua DPR-RI, Ade Kamaruddin saat beliau masih aktif dulu, ahkhiri Arafik

Ditempat terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Aceh Tenggara, Mustafa, ST, menjelaskan kepada wartawan, proyek itu direncanakan sejak Tahun 2013 akan menelan anggaran senilai Rp 55 Miliar, setelah kita jalani dan sudah kita rincikan hanya senilai -+ Rp 35 Miliar selesai dengan arti kata, sudah bisa dimanfaatkan, pada Tahun 2020 ini mudah-mudahan jembatan itu selesai

Terkait dengan penggunaan biaya pada tahun 2019 yang menelan anggaran Rp 17,5 Miliar itu, semuanya sudah sesuai dengan pekerjaan, bahkan kontrak realisasi fisik dan keuangan sudah pada selesai dan siap dipertanggung jawabkan. 

Sementara, Mengenai bantuan dari mantan Ketua DPR-RI Ade Kamaruddin, saya tidak tau sama sekali, sepenggetahuan saya bahwa bantuan itu dari PUPR Pusat, berupa satu pasang segmen kerangka tipe B panjang 60 meter, tetapi barang itu masih berada Workshop Dinas PUPR setempat dan belum dipakai, ungkap Mustafa. (Basri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here