Pemprov Bengkulu Jadikan Kota Bengkulu Pilot Projects Atasi Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

0
2728
Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani.

Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Upaya mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 Kg di Provinsi Bengkulu khususnya di Kota Bengkulu, Pemprov Bengkulu mengambil kebijakan strategis dengan penguatan koordinasi dan sinergi, bersama instansi teknis terkait.

Dikatakan Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani, selain sinergi dan koordinasi dengan pihak Pertamina dan Hiswana Migas Bengkulu, antisipasi kelangkaan gas elpiji 3 Kg ini, juga dilakukan dengan cara pengawasan distribusi langsung ke pangkalan oleh petugas gabungan dan Pertamina menerbitkan kartu elpiji 3 Kg bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) sesuai dengan data RT setempat.

Dengan demikian lanjut Yuliswani, kelangkaan gas elpiji 3 Kg ini bisa diatasi. Untuk itu Kota Bengkulu dipilih sebagai pilot projects kebijakan tersebut.

“Jadi dari hasil pembahasan tadi pilot project-nya Kota Bengkulu karena di kabupaten lainnya agak terkendali. Di kota ini nanti pendistribusian gas elpiji 3 Kg diberikan kepada masyarakat dan UMK dengan kartu kendali,” jelas Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani, usai pimpin Rapat Pembahasan Mengatasi Kelangkahan Elpiji 3 Kg di Provinsi Bengkulu via Zoom Meeting, di Ruang Pola Pemprov Bengkulu, Senin (20/09).

Dilain pihak, data dan hasil pemantauan Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Provinsi Bengkulu menyebutkan, kelangkaan gas elpiji 3 Kg pada beberapa pekan lalu, diketahui disebabkan oleh beberapa faktor.

Diantaranya karena terjadinya distribusi yang tidak merata di setiap bulan, sehingga pada minggu-minggu terakhir setiap bulan jumlah gas elpiji yang didistribusikan ke pangkalan terus menurun. Solusi dari kondisi ini perlu dilakukan pengaturan distribusi.

Selanjutnya, diduga sinergi dan koordinasi antara Pertamina, BPH Migas dan pangkalan terbilang lemah, sehingga dipandang perlu melibatkan aparat penegak hukum, menghindari tindakan oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Itu hasil pemantauan tim kita di lapangan sejak hampir satu tahun terakhir. Untuk itu kami menyarankan perlu adanya pengawasan kita bersama, baik pemerintah maupun masyarakat,” jelas Kabiro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Provinsi Bengkulu Anzori Tawakal.

Sementara itu, terkait stok di Provinsi Bengkulu, disampaikan Pertamina Bengkulu, dalam setiap bulannya pendistribusian Gas LPG 3 Kg selalu sesuai dengan kebutuhan bahkan dalam 2 bulan terakhir stok dilebihkan 2 persen. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here