PENGOBATAN MELALUI KEKUATAN DZIKIR

0
3969
H. M Tri Handono Pimpinan pondok Tetiran Dzikrir Jogja (Foto : dok Agus-BMonline)

Jogjakarta, Beritamerdekaonline.com – 11.01.21, Desa Kuton Berbah Sleman Terletak di tenggara kota jogja, dengan suasana pedesaan ditambah sayup sayup terdengar suara Dzikir semakin menyejukkan hati.

Tim BMonline mencoba menyapa saat pagi yang cerah, langsung di terima Kyai (H. Muhamad Eko Tri Handono) kami langsung di ajak berkeliling di sekitar Pondok Tetiran Dzikir yang merupakan Pondok Rehabilitasi untuk menangani mereka yang strees, gila yang di akibatkan oleh berbagai macam persoalan hidup, apalagi sekarang ini, Pandemi Covid-19 yang telah memporak porandakan ekonomi, tatanan sosial.

Menurut H. Muhamad Eko Tri Handono, tidak ada orang gila, yang ada orang yang sedang tertimpa masalah yang berat dan kita menyadari bahwa di nalik itu Allah mengampuni mereka dan ada Rakmad yang di berikan oleh Allah.

Lanjutnya, Masyarakat terlanjur memberikan “cap gila” pada orang itu, sehingga Masyarakat mengambil jarak, jaga image dan memberlakukan mereka di bawah keadaan kita, namun mereka yang di anggap gila tetap enjoy melakukan proses kehidupan ini, kita berikan ruang atau Katasis (meluapkan emosi, menerima keadaan yang ada) namun tetap di berikan keyakinan suatu saat Allah akan mengeluarkan mereka dari keadaan ini. Papar Pak Haji Tri Handono.

Dari pantauan BMonline, Hal yang menarik dari pengobatan di pondok ini adalah di ajak berdzikir dengan sungguh sungguh, tulus dan iklhas, sehingga akan benar benar masuk ke Qolbu, inilah yang di maksudkan Pak Tri Handono bahwa Tidak ada orang gila karena masih memiliki Qolbu yang masih bisa merasakan getaran bathin, mereka akan menangkap ketulusan dan kepekaan, sementara orang di luar sana masih memperlakukan di bawahnya.

Ada sekitar 120 orang, yang sedang di rawat di pondok Tetiran Dzikir ini, kemungkinan masih akan bertambah.

Menurut Pak Haji Tri, Setidaknya ada 3 cara pengobatan yaitu :

– Tarikhoh

– Kadariyah

– Wanasanbandariyah

Yang merupakan pengembangan dari Abah Anom dari Pondok Suralaya, Tasikmalaya.
Misalnya dengan Mandi wajib, dengan kepala di siram air dingin secara perlahan, melakukan Dzikir setelah Sholat. Selain pendekatan spiritual,  juga pendekatan secara fisik yaitu dengan pendampingan dalam bersosialisasi pada warga sekitar. papar Pak Tri Handono.

Pondok Tetiran Dzikir benar benar pengobatan melalui pendekatan pada sang Khalik, kekuatan Dzikir yang dahsyat yang mampu melembutkan hati manusia dan kembali ke jalan Tuhan.

Penulis : Agus Yogyakarta

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here