Penuh Keganjalan, Masyarakat : Jangan Rampas Hak Pilih Kami

0
222

Jeneponto – (5/11/19) pilkades serentak yang dilaksanakan 32 desa sekabupaten jeneponto telah selesai. Banyak hal yang terjadi pada momentum enam tahunan tersebut diantaranya gembira, suka maupun duka. Dihari pencoblosan masyarakat berbondong-bondong dalam berpartisipasi dalam menyalurkan hak pilimih mereka.

Seperti halnya yang terjadi di desa bulusibatang kecamatan bontoramba kan. Jeneponto, dengan antusias masyarakat tingkat partisipasi masyarakat meningkat drastis hingga 85% dalam memilih calon kepala desa 6 tahun kedepan. Namun, ada yang ganjil dalam pemilihan yang dilakukan oleh penyelenggara seperti tidak adanya transparansi undangan yang disebar, jumlah kertas suara yang terpakai dan tersisa, jumlah pemilih tambahan dan sebagainya.

Basri salah satu tokoh masyarakat bulusibatang mengatakan “ada hal yang aneh dalam pilkades kali ini. Dimana panitia menutup-nutupi penyelenggaraan mulai dari data penyebaran undangan bahkan sebelum perhitungan panitia juga tidak menyampaikan jumlah DPT yang datang memilih dan jumlah kertas suara yang terpakai/tidak terpakai serta jumlah pemilih tambahan pun tidak disampaikan ke para saksi.

Dalam mekanisme pemilihan seharusnya panitia penyelenggara transparan baik mengenai jumlah DPT, undangan pemilih hingga kertas suara. Nah, ini tidak dilakukan oleh panitia semua serba ditutup-tutupi. Bahkan yang terparahnya lagi ada beberapa undangan yang tidak ditahu kemana setelah terkumpul dipanitia. “tambah basri

Hal ini menurut saya mesti jadi perhatian dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (dinas PMD) dan pemerontah daerah. Dan kami akan menduduki kantor dinas PMD, kantor bupati dan DPRD kab. Jeneponto menuntut agar pemilihan diulang. Jangan rampas hak demokrasi kami dengan cara-cara yang tidak benar.”tutupnya. (Ibe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here