Perwakilan Tokoh Masyarakat Kabupaten Magelang Bersama Polres Magelang Dan TNI, Deklarasi Cinta Damai dan Tolak Demo Anarkis

0
450

MAGELANG, Beritamerdekaonline.com – Aliansi Masyarakat Kabupaten Magelang menyikapi perkembangan situasi Demo Anarkis menolak pengesahan RUU Cipta Kerja, di beberapa wilayah dengan menggelar Deklarasi Cinta Damai dan Menolak Demo Anarkis, Senin (19/10/20).

Deklarasi di laksanakan di Rumah Makan Progosari Srowol, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, dengan di hadiri Kapolres Magelang AKBP Ronald A Purba,S.IK.,M.Si dan Dandim 0705, Pimpinan Ponpes Roudlatut Thullab Tempuran, Kabupaten Magelang, KH.Ahmad Said Asrori, Ketua MUI Kabupaten Magelang KH Afifudin, Sekertaris FKUIB Rohmat beserta perwakilan tokoh Masyarkat dan beberapa pimpinan Ormas  serta LSM di Kabupaten Magelang.

Kapolres Magelang AKBP Ronald A Purba menyampaikan, banyak kegiatan unjuk rasa yang ujung ujungnya mengganggu hak orang lain. seperti melempar dan merusak barang bahkan sampai merusak perekonomian masyarakat.

“Unjuk rasa atau penyampaian pendapat di muka umum telah diatur Undang Undang. Saya tidak melarang pihak pihak melakukan unjuk rasa, tetapi saya mohon unjuk rasa tidak mengganggu hak orang lain atau merusak barang milik fasilitas publik maupun milik orang lain,” Kata Kapolres.

Lanjut Kapolres, silahkan sampaikan dengan baik dan tenang, apabila ada yang kurang pas dengan kebijakan Pemerintah, tapi tetap jaga situasi yang kondusif.

“Saya akan memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Magelang, karena saya ingin masyarakat tidur nyenyak dan kerja tenang. Saya sekolah SMA di Magelang dan saya saat ini bisa duduk di sini karena Magelang. Jadi Saya merasa punya hutang kepada Magelang, untuk menciptakan Magelang yang nyaman dan aman,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini KH Ahmad Said Asrori  yang merupakan pengasuh Ponpes Roudhotul Thulab Tempuran, Kabupaten Magelang, menyampaikan, Bahwa menyingkapi permasalahan yang ada terkait pengesahan  Undang Undang Cipta Kerja seluruh Daerah mengadakan demo atau unjuk rasa menolak pengesahan Undang Undang tersebut.

“Boleh saja melakukan unjuk rasa, yang tidak boleh menurut agama adalah Demo dengan melakukan pengrusakan di muka bumi ini,” ucap pengasuh Ponpes Ponpes Roudhotul Thulab Tempuran Kabupaten Magelang.

Dikatakannya, bahwa Allah sangat marah kepada siapapun yang melakukan kekerasan, pengrusakan yang menciderai Demokrasi itu sendiri. Jangan sekali kali melakukan pengrusakan di muka bumi ini, Allah sangat marah kepada siapapun yang melakukan pengrusakan.

“Maksud Demokrasi adalah memperbaiki keadaan bukan melakukan pengrusakan. Sampaikan aspirasi yang beradap dan berakhlak, serta pegang norma yang telah kita hormati, acara Deklarasi Cinta Damai saat ini saya sangat mendukung,” Pungkasnya. (Candra).

Penulis : Candra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here