Petani Cabai Merugi Akibat Anjloknya Harga Cabai di Majalengka

0
221
Petani yang merugi membakar tanaman cabai dan buah cabainya akibat anjlok harga cabai

Beritamerdekaonline.com, Majalengka –Akibat dari rendahnya harga jual cabai, para petani di Kabupaten Majalengka, Jawa barat mengeluh dan memilih membiarkan lahannya sampai membakar tanaman cabai.

Hal ini terjadi didesa Argalingga, Kecamatan Argapura, cabai yang sudah mulai memerah tidak dipanen oleh para petani dan dibiarkan membusuk.

Sebagai bentuk kekecewaan para petani membakar tanaman dan cabai, dikarenakan harga cabai yang anjlok membuat para petani merugi.

” Sebagai bentuk kekecewaan saya bakar aja itu lebih baik, kalaupun dipanen saya tetap merugi, apalagi jenis cabai keriting,” kata aman, salah seorang petani didesa Argalingga ketika ditemui awak media, Sabtu (28/08/2021).

Menurut keterangan para petani, saat ini cabai merah keriting hanya berkisar Rp 6.000 perkilonya, seharusnya harga cabai Rp 14.000, bila ingin mendapat keuntungan dari hasil panen.

” Sudah terjadi selama tiga bulan
harga cabai Rp 6.000, yang normalnya bila ingin mendapat keuntungan kisaran Rp 14.000,.
Jadi ya saya bakar aja dan tidak diurus hingga membusuk,” ujar aman.

Akibat harga rendahnya cabai di desa Argalingga diduga disebabkan PPKM yang terus menerus, sehingga banyak rumah makan yang tutup ditambah tidak adanya yang menggelar acara hajatan.
Dengan anjloknya harga cabai keriting, berikut cabai rawit dan cabai merah besar juga ikut anjlok. Anjloknya harga cabai sudah terjadi kedua kalinya ketika masa Pademi Covid-19.

” Tapi anjloknya harga cabai tahun ini tidak separah harga tahun kemarin.
Yang ditanam cabai untuk sekarang juga berkurang dari 100 hektare menjadi 50 hektare,” ujarnya.

Dengan Anjloknya harga cabai para petani kemudian memilih untuk mengganti menanam tanaman lain.

” Gimana saya ga bingung, panen kan pake ongkos, sedangkan model sudah habis, jadi saya diemin ada juga yang dibakar untuk ditanami tanaman lain,” pungkas aman. (MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here