PIM Ekspor 30 Ribu Ton Pupuk Urea Ke Asia Selatan

0
195
Foto: Pupuk Iskandar Muda (PIM), mengekspor 30 ribu ton pupuk urea komersil (non subsidi) ke Sri Lanka, negara di Asia Selatan.

Lhoksukon, BMon – Berita Merdeka OnlinePT Pupuk Iskandar Muda (PIM), anak perusahaan badan usaha milik negara PT Pupuk Indonesia (persero) mengekspor 30 ribu ton pupuk urea komersil (non subsidi) ke Sri Lanka, negara di Asia Selatan.

Direktur utama Bakir Pasaman PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam keterangan tertulis di Lhokseumawe, Sabtu (6/3/2021) mengatakan penjualan pupuk urea ke Sri Lanka merupakan implementasi program sentralisasi proses bisnis pemasaran yang dicanangkan perusahaan.

“PT PIM sebagai anak perusahaan Pupuk Indonesia akan bersinergi dengan anak perusahaan lainnya dalam memasarkan produk sebagai upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan mengembangkan jangkauan korporasi ke pasar global,” kata Bakir Pasaman.

Direktur Utama PT PIM Yanuar Budinorman mengatakan ekspor urea merupakan langkah penting bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan bermanfaat bagi negeri.

“Ekspor pupuk urea ini ke Sri Lanka, selain meningkatkan pendapatan perusahaan juga akan menambah devisa negara,” kata Yanuar Budinorman menyebutkan.

Menurut Yanuar, PT PIM berada pada lokasi strategis untuk mengekspor produk karena terletak di pinggir Selat Malaka yang merupakan jalur lintasan internasional, sehingga mudah terkoneksi dengan jalur perdagangan global dan negara tujuan ekspor.

“PT PIM akan terus meningkatkan kompetensi sebagai produsen pupuk nasional dan menjadi pendukung program ketahanan pangan nasional bersama sama dengan PT Pupuk Indonesia selaku induk perusahaan,” sebut Yanuar Budinorman.

Ekspor pupuk urea ke negara di Asia Selatan tersebut dilakukan di Dermaga Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PIM, Krueng Geukueh, Aceh Utara. Dermaga tersebut memiliki kemampuan menampung kapal berkapasitas bobot mati maksimal 15 ribu DWT.

Ekspor dilakukan tiga tahap, pertama 11 ribu ton, dikirim pada 5 Maret 2021, tahap kedua 11 ribu ton pada 20 Maret 2021 serta tahap terakhir 8.000 ton pada pertengahan April 2021. (zulkifli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here