Potret Dusun Ngaglik, Terkait Fenomena Pejabat dan Pengusaha Tak Berani Masuk

0
1613
Foto : Tampak warga Dusun Ngaglik asyik bermain bersama sang buah hati, seperti tak tampak kesan misterius di dusun Ngaglik. Sabtu (4/1/2020). (Muhammad Minan Bashori).

REMBANG, BM – Mitos unik dusun Ngaglik Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang Jawa Tengah kembali mencuat di media sosial akhir ini, perihal mitos pejabat atau pengusaha tak berani masuk, siapa pun ketika masuk dusun Ngaglik, akan patah jabatannya dan buruk nasibnya.

Sepanjang tahun, nasib dusun Ngaglik berbeda dengan dusun lainnya yang berada di Desa Kedungasem, tak hanya pejabat dan pengusaha dari luar desa yang tak berani berkunjung, melainkan warga asli desa Kedungasem dan desa tetangga pun turut mempercayai mitos tersebut. Sehingga beberapa warga desa Kedungasem yang mempunyai jabatan juga tak berani untuk berkunjung.

Sejarah dusun Ngaglik sendiri menurut cerita, sejak jaman penjajahan Belanda sebelum Indonesia merdeka sudah muncul mitos seperti ini, seiring berjalannya tahun, pembuktian terkait mitos ini ada yang benar terjadi dan ada juga yang cuma berbentuk isu saja.

Cerita lain, terkait perjalanan di dusun Ngaglik. menurut cerita warga, suatu hari ada seorang tamu datang dari luar kota dan ingin berkunjung ke salah satu rumah warga dusun Ngaglik, sebut saja “mbah J”, pihak tamu menjawab, terkait kedatanganya ingin mengucapkan terima kasih karena telah menolong keluarganya yang sakit, namun sesampai di dusun Ngaglik inisial “Mbah J” tidak ada, tetapi yang di jumpai sesuai alamat hanyalah berupa semak – semak, jadi sampai sekarang misteri tersebut masih jadi teka – teki.

Berdasarkan pantauan Beritamerdekaonline.com saat berkunjung di dusun Ngaglik desa Kedungasem Sabtu (4/1/2020) siang, nampak terlihat berberapa warga dusun Ngaglik sedang melakukan aktivitasnya seperti biasa, dusun Ngaglik sampai saat ini hanya memiliki jumlah penduduk 103 jiwa dan 40 Kartu Keluarga (KK), pekerjaan semua warga petani dan swasta.

Sukarjan, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kedungasem, menjelaskan berawal beredarnya mitos – mitos yang sudah terlalu di yakini oleh beberapa pihak, sehingga sampai sekarang desa ngaglik masih terkesan menakutkan.

“Sebetulnya belum pernah terjadi, suatu contoh ada pejabat yang berkunjung kesini kemudian pangkatnya copot, habis berkunjung kesini lalu pangkatnya naik itu justru ada,” ungkapnya.

Sukarjan menambahkan, dengan adanya isu – isu seperti itu, dampaknya secara sosial sangat merugikan bagi warga dusun Ngaglik, contoh terkait bidan desa, yang tugasnya memberikan pelayanan terkait pemantauan bayi baru lahir, tetapi sampai saat ini belum ada bayi yang dikunjungi oleh Bidan desa.

“Tak hanya bidan dan pejabat yang tak berani datang kesini, tukang kayu juga ikut – ikutan tak berani masuk di dusun Ngaglik saat ada garapan mas,” tambahnya.

Kepala Desa Kedungasem, Zulianah saat ditemui Beritamerdekaonline.com mengatakan, pihaknya sudah melaporkan terkait keluh kesah masyarakat dusun Ngaglik dari tahun ke tahun dalam kegiatan Dinamika Pembangunan di pendopo Kecamatan Sumber, Senin (23/12/2019) lalu.

Sesuai arahan dari Bupati Rembang H. Abdul Hafidz dalam agenda kegiatan Dinamika Pembangunan di pendopo Kecamatan Sumber lalu, Kepala Desa Kedungasem beserta perangkatnya sudah berkunjung ke Dusun Ngaglik, nyatanya tidak terjadi masalah apa – apa.

Guna meyakinkan masyarakat sekaligus menjadi contoh bagi para pejabat, Kepala Desa Kedungasem melaporkan kepada pihak Camat Sumber melalui pesan grub Whatsapp, perihal bagaimana menanggapi pertanyaan saat Dinamika pembangunan di Kecamatan Sumber lalu. namun sampai sekarang pihak Camat Sumber tidak merespon laporan itu, padahal pihak Camat sudah membaca pesan grub Whatsapp tersebut.

“Yang terpenting bidan desa mau mengurus bayi di dusun Ngaglik, sampai saat ini belum ada bidan desa yang mau masuk. karena yang dibutuhkan hanya bidan desa saja di dusun itu,” jelasnya.

Inginkan kedepan Desa Kedungasem khususnya Dusun Ngaglik, Kecamatan Sumber mendapatkan pelayanan yang sama seperti di desa lainnya. dan semoga mitos – mitos yang sudah beredar di masyarakat segera terkuak, sehingga dusun Ngaglik tak terkesan menakutkan lagi. (Minan)

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here