PT Indexim, Diduga Garap Hutan Sakral Kharingan, Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata

0
1926

Barito Utara, Beritamerdekaonline.com – Berawal dari salah satu perusahaan PT. Indexim yang diduga menjarah hutan Sakral, dan akibat pemberitaan yang dilansir di media online, beberapa pemuka adat khususnya yang mengetahui kronologis dilapangan terpanggil untuk meluruskannya.

Ketua Gerakan Pemuda Dayak Indonesia (Gerdayak) Barito Utara Drs Syafrudin, S Tingan mengatakan, pada BMonline Sabtu 25/7/2020, dengan adanya dugaan penggarapan hutan sakral Umat Kharingan di Gunung Peyuyan dan pemberitaan media online dengan ini perlu diluruskan. Untuk ini kami atas nama – Ketua MDAHK Barito Utara, Kepala Desa Muara Mea, Kepala BPD Muara Mea, Kepala Adat Muara Mea, dan Demang Kecamatan Gunung Purei akan meluruskan kejadian sebenarnya biar tidak liar dan tidak ada yang dirugikan kedepannya.

Ketua Majelis Kharingan Barito Utara Ardianto, SH., meminta pihak Perusahaan jangan hanya menyatakan pembenaran sepihak, dan kamilah yang mengetahui apa yang terjadi dilapangan. Kami menyanggah keras pernyataan H Supri Muyono (wkl General Maneger PT. Indexim Utama yang menyatakan “Kami sangat menjunjung tinggi adat istiadat dan patuh terhadap kebiasaan ritual agama Hindu Kaharingan di daerah setempat”.

Perlu diketahui 50% pekerja PT. IUC adalah warga lokal penduduk sekitar Gunung Purei yang mengetahui dengan jelas kalau Gunung Peyuyan adalah wilayah Sakral Umat Hindu Kaharingan, tapi mereka diintimidasi oleh Pihak Perusahaan dengan mengatakan kalo gunung tersebut sah masuk kedalam RKT dan Perusahaan berhak membuka areal Peyuyan, dan patut diduga pura-pura gak tau keberadaannya.

Dijelaskan pada tanggal 17 Maret yang lalu benar menejemen PT. IUC ada mengundang Demang Kepala Adat Gunung Purei (Sahayun), Kepala Adat Muara Mea (Panih), Kepala BPD Muara Mea sekaligus Ketua Resort Agama Hindu Kaharingan Muara Mea (Darmansyah) dan tokoh masyarakat lainnya. Namun pada acara tersebut kami tidak mengetahui areal mana yang di garap oleh PT. IUC, karena kami tidak diperlihatkan Peta, ataupun Wilayah RKT yang akan dikerjakan pihak Perusahaan. Seandainya kami diperlihatkan RKT ataupun Peta yang akan dikerjakan adalah Gunung Peyuyan jelas kami akan menolak RKT tersebut sejak awal. Kemudian waktu itu kehadiran Demang Gunung Purei pun tidak hadir dalam kapasitas demang namun sebagai pelaksana Ritual saja.

Saat itu pihak Perusahaan menyatakan, nantinya perangkat Desa dan perangkat Agama Hindu Kaharingan bersama masyarakat turut meyaksikan areal tebangan. Namun kenyataanya nihil dan Lahan yang disakralkan tidak ada tanda-tandanya. Inikah yang disebut menjunjung tinggi adat istiadat ?

Kaharingan yang telah diakui sebagai Agama Hindu Kaharingan yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Dan bilamana Pihak PT. Indexim masih berkeras dan tetap melayangkan pernyataan yang menyudutkan Kami Pihak Umat Hindu Kaharingan, maka kami akan mengambil tindakan tegas, dan bertekad menjaga wilayah keramat tempat dihantarkannya ruh Leluhur nenek moyang bahkan kami sendiri kelak.
Kalo tidak ada itikad baik untuk membuka Perdamaian dengan Pihak Kami, maka kami meminta tegas PT. IUC angkat kaki dari Kawasan Gunung Purei.

Sebagai warga Negara yang taat hukum dan rindu kedamaian kami sudah menyurati Bapak Bupati Barito Utara agar pihak Dinas Provinsi meninjau kembali semua RKT yang masuk ke wilayah keramat kami, Gunung Lumut, Gunung Peyuyan dan Gunung Penyenteaw. Kami umat Kaharingan juga akan menyurati Bapak Ir. H. Joko Widodo untuk menelaah masalah kami dan membantu menjaga kepercayaan kami umat Kaharingan sebagai penjaga dan pemelihara adat istiadat kepercayaan leluhur dan Hutan Kalimantan.

Dalam kejadian ini Ketua Gerdayak dan ketua Majelis Kharingan Barito Utara sama- sama sepakat agar masyarakat Barito Utara khsusnya Umat Agama Kharingan tetap mengutamakan keamanan dan kedamaian, semoga pihak Pemerintah segera turun tangan menangani apa yang terjadi dilapangan.

Hingga berita ini ditayangkan wartawab Berita Berdekaonline.com Biro Barito Utara, belum berhasil untuk konfirmasi ke pihak menejmen PT Indexim. (carli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here