Pusat Kajian, Pengembangan serta Informasi Kebangkitan Spiritual Indonesia Makin Mendesak

0
1320

Banten, beritamerdekaonline.com –Saran dan dukungan agar GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) membuat semacam pusat Penelitian, Pengembangan dan Kajian serta Infomasi Kebangkitan Spiritual di Indonesia memang sudah menjadi semacam pemikiran serta perhatian. Mengingat, tidak cuma telah banyak yang mendorong dan menyarankan agar adanya instansi atau lembaga yang lebih bersifat permanen untuk menjadi semacam rujukan banyak pihak yang makin tertarik untuk berperan serta menggairahkan gerakan kebangkitan kesadaran spiritual itu di Indonesia, tapi juga karena lembaga atau semacam instansi yang melalukannya belum ada di Indonesia.

Pusat Kajian Penelitian, Pengembangan serta Informasi dan Publikasi (P3IP) sudah beberapa kali menjadi topik pembicaraan di kalangan penggagas dan inisiator penggerak GMRI guna mempercepat laju pengembangan kesadaran spiritual yang telah memasuki tahap sosialisasi dan konsolidasi menyeluruh ke segenap penjuru tanah air, sehingga pada tahap berikutnya segera diperluas keberbagai manca negara yang tidak kalah menaruh minat untuk menekuni laku spiritual yang mampu menjawab beragam masalah perikehidupan di bumi yang semakin kompleks sehingga manusia terperosok dalam jurang kapitalisme yang sepenuhnya berorientasi pada nilai-nilai matetialistik semata. Sementara nilai yang lebih bersifat non fisik semakin terabaikan.

Kajian-kajian mendalam ikhwal tradisi dan budaya suku bangsa Indonesia yang pernah mencapai masa gemang di masa lampau jelas akan menjadi spirit dan energi pendorong hingga menjadi potensi untuk gerakan kebangkitan kesadaran spiritual suku bangsa nusantara yang telah berhimpun dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang lebih solid dan tangguh dalam satu bingkai UUD 1945, Pancasila dan persatuan Indonesià dalam satu wadah Bhineka Tunggal Ika. Semangat Ketuhanan Yang Maha Esa seperti yang tercantum pada sila pertama Pancasila sesungguhnya lebih dari cukup menjadi sandaran maupun pijakan yang melandasi gerakan kebangkitan kesadaran spiritual segenap warga bangsa Indonesia untuk menjadi pelopor penata peraban baru manusia di bumi. Karena manusia Indonesia sadar serta memiliki keyakinan sebagai khalifahtullah mengusing missi suci rachmatal lil alamin.

Dari berbagai kitab rujukan, sangat jelas dan terang bahwa Allah SWT telah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia. Tidak kecuali Mu’min maupun mereka yang dianggap kafir. Hingga ayat yang menyatakan Rahmatan lil ‘Alamin itu merupakan pekabaran langsung dari Allah SWT bahwa Dia telah menjadikan Muhammad sebagai rahmat bagi semesta alam. Dia mengutus Nabi Besar SAW itu sekalihus sebagai rahmat untuk semua makhluk yang ada di bumi.

Oleh karena itu, kajian untuk gerakan kebangkitan kesadaran spiritual relevan untuk segala bangsa yang ada di bumi. Sehingga liputannya dapat dimulai sejak awal sejarah peradaban manusia sampai kondisi dan situasi pada hari ini yang carut marut serta hingga proyeksi peradaban masa depan manusia yang semakin jauh melupakan jati dirinya sebagai khalifatullah — representasi Tuhan — di muka bumi.

Ketergerusan dari fitrah manusia sebagai khalifatullah, patut menjadi bahan kajian serius bagi GMRI serta seluruh simpasan dan pendukung serta para relawan yang mendambakan tata kehidupan lebih baih, lebih beradab serta berwawasan jembar untuk tatanan harmoni, penuh kasih dan sayang (rachman dan rachim), tidak lagi saling ingin membinasakan atau membuat kepunahan bagi yang lain.

Maka itu, program besar GMRI yang dimotori Eko Sriyanto Galgendu dan kawan-kawan, patut disambut oleh segenap elemen serta simpul-simpul pergerakan yang damba akan perubahan menuju tatanan peradaban baru dalam siklus peralihan 7 abad babak ketiga sekarang ini yang sudah semakin mendesak. Toh, acara safari keliling ke sejumlah simpul yang ada di daerah tinggal penyempurnaan saja. Semua telah siap melangsir program kegiatan yang disesuaikan dengan pilihan yang bijak dengan keatifan lokal setempat.

Jakarta, 12 Oktober 2021
Penulis : Jacob Ereste

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here