Putus Rantai Penyebaran Covid-19, Liabuku Karantina Wilayah di Kota Baubau

0
3724
Foto : Dayamain Baju orange masker hitam BPO lembaga Adat, sedangkan yang mengenakan baju lengan panjang masker kotak Ketua RW 01 Asirat, berbaju biru pakai topi, Lurah Liabuku dan baju Hitam Katua RT 01, serta Babinkamtimnas, jum’at (10/4/2020). (Ardiman).

BAUBAU, Beritamerdekaonline.com – Kota Baubau sebagai kota transit dari berbagai daerah, guna mengantipasi penyebaran virus covid-19, Pemerintah kelurahan bekerjasama dengan Tokoh masyarakat, Tokoh Adat dan beberapa tokoh pemuda, se-Kelurahan Liabuku, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Jum’at (10/4/2020).

Lurah Liabuku Nikolaus Uling, mengatakan, demi memutus penyebaran virus corona atau Covid-19, hal tersebut membuat warganya melakukan lockdown atau karantina lokal wilayahnya. seperti di beberapa akses jalan di tutup total.

“Bagi warga dari luar mau masuk ke wilayah kami, akan kami periksa ketat setiap orang datang atau memasuki wilayah tersebut,” Kata Lurah Liabuku.

Sementara itu, ketua RW 01 Asirat, mangungkapkan, Lockdown atau karantina wilayah tersebut, berdasarkan banyaknya informasi warga baru atau pendatang yang masuk di wilayah kelurahan ini. untuk itu pihaknya berinsiatif bersama pemerintah dan beberapa tokoh masyarakat, tokoh pemuda, berlakukan penutupan akses keluar masuk bagi warga daerah lain yang ingin masuk di daerah ini, demi pemutus rantai penyebaran Covid-19 di kota Baubau.

Lanjut Asirat, Sehingga ketika ada tamu dari luar kota atau warga daerah lain terutama dari daerah yang sebelumnya sudah positif terpapar virus corona atau Covid-19. Dihimbau tidak masuk di daerah ini, terkecuali sudah menghubungi melapor pada intansi terkait.

“Untuk akses jalan warga setempat masih bisa keluar masuk, pakai sepeda motor atau mobil masih bisa, karena ada satu portal pembatas tersebut bisa dibuka dan ditutup,” jelas Asirat.

Menurut Kordinator Badan Kesewadayaan Masyarakat(BKM), Ardiman menyampaikan, Jika ada warga pendatang yang baru saja dari luar kota, seketika itu harus lapor agar langsung di lakukan pendataan.

“Selanjutnya kita laporkan ke pihak Intansi terkait. Setelah itu diberikan edukasi supaya melakukan isolasi diri di rumah masing – masing,” Kata Ardiman.

Menurutnya, lockdown atau karantina lokal tersebut, sebelumnya sudah berdasarkan kesepakatan warga dan beberapa toko masyarakat, Agama, Pemuda dan Pemerintah setempat. (Ardiman).

Penulis : Ardiman

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here