Raja Agung N Laporkan Ke Polda Metro Dugaan Pemalsuan Ijazah Dari Fraksi Golkar

0
298
Foto: dok / Ketua Umum GMPRI, Raja Agung Nusantara, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Jumat sore (18/9/2020). (Ams)

JAKARTA, Beritamerdekaonline.com – Ketua Umum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI), Raja Agung Nusantara kembali mendesak Polda Metro Jaya agar mengusut tuntas kasus dugaan pemalsuan ijazah anggota DPRD Tangerang Selatan fraksi Golkar dengan inisial S.

Raja Agung Nusantara mengatakan, awal mula mereka mengetahui kasus dugaan pemalsuan ijazah tersebut berdasarkan informasi dari beberapa media elektronik dan beberapa tokoh di Tangerang Selatan.

“Kami tidak langsung mengambil kesimpulan, kami mengamati, menganalisa, kami menginvestigasi dan kami selaku GMPRI bahwa masalah dan kasus ini perlu diteruskan,” ujar Raja di Mapolda Metro Jaya, Jumat tadi (18/9/2020).

Raja mengaku, mendesak penegak hukum dan jajarannya bukan tanpa alasan. Sebab menurut Raja, jangan sampai ada pejabat, lebih tepatnya anggota dewan terhormat menggunakan ijazah palsu.

Jika itu terbukti benar (pemalsuan dokumen), sambung Raja, sama dengan mencederai demokrasi.

“Maka ini mencederai demokrasi, merusak tatanan negara,”  tegas Raja.

Saat ini, GMPRI mengambil sikap, karena Duano telah lama melaporkan masalah ini ke Polda dan Mabes Polri tetapi belum ada tanggapan sampai sekarang.

“Kami dari GMPRI turun langsung mendesak Kapolda segera memanggil dan memeriksa bila perlu menetapkan saudari Syariah sebagai tersangka,” tandas Raja.

Sebelumnya, berdasarkan laporan Ketua Komite Perjuangan Putra Bangsa Duano Azir telah melaporkan persoalan dugaan pemalsuan ijazah anggota DPRD Tangsel tersebut ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan B/1470/II/Re7/4/2020.

Raja berharap agar penegak hukum yang memiliki kewenangan dan mengambil sikap secara tegas dan menegakkan keadilan.

“Supaya masalah ini jelas, apa keputusannya, apa keputusan hukum yang jelas di negeri ini,” ujarnya.

Raja meminta agar pihak Polda memberikan jawaban yang jelas mengingat isu ini adalah isu sentral.

“Untuk itu, kami mendesak tiga komponen dipanggil saudara Suhan sebagai media yang menemui kepala sekolahnya untuk dilegalisir. Kedua, saudari Isnaini dari Partai Golkar yang meloloskan penjaringan ini,” tegasnya.

Atas hasil laporan Raja Nusantara di Pelayanan Terpadu Polda Metro Jaya, berkas laporan inisial S masih ada kekurangan berkas dari Kepala Sekolah SD Lengkong Gudang I Serpong. “Tolong ditanyakan Kepala Sekolahnya dulu, apakah benar atau tidak S pernah menyelesaikan sekolah disana?,” ujar Raja menirukan penyidik SPKT. (Ams).

Penulis : Amos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here