Revitalisasi Kompetensi Imam dan Khotib di Era Digital

0
88

Purwakarta, beritamedekaonline.com – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Purwakarta gelar Workshop peningkatan kompetensi imam dan khotib, Kegiatan ini di laksanakana pada hari Rabu 13 Oktober 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan. Bertempat di Aula Gedung Dakwah Jl. jendral Ahmad Yani No 79, Kelurahan Cipaisan, Purwakarta.

Acara berlangsung mulai Pukul 08.00 s/d 14.00 dengan narasumber DR., K.H Abun Bunyamin M.A, beliau merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al Muhajirin.

Kegiatan yang mengangkat tema ” Revitalisasi Kompetensi Imam dan Khotib di Era Digital” di buka langsung oleh Bupati Purwakarta Hj. Anne Ratna Mustika di wakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakrta H. Iyus Permana, di hadiri Kepala Kementrian Agama Kabupaten Purwakarta H. Munawir Sulaiman, Ketua Dewan Masjid (DMI) Kabupaten Purwakarta K.H Nana Suryana M.A, dan DR., K.H Abun Bunyamin M.A.

Kemudian hadir juga Sekum Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Purwakarta Yusep dan para imam dan khotib se- Kabupaten Purwakarta.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Purwakarta K.H Nana Suryana M.A menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar para imam dan khotib mampu membina imam- imam dan khotib serta masjid jami seluruh kecamatan yang ada di kabupaten purwakarta,

“Sehingga sarana yang paling efektif dan berkualitas ini bisa mencetak para imam- imam dan khotib serta para pembimbing dalam syiar keagamaan.” Tuturnya

Menurutnya, kegiatan yang bertema” Revitalisasi Kompetensi Imam dan Khotib di Era Digital” Karena saat ini satu- satunya alat yang paling efektip yaitu digitalisasi. Sehingga materi yang di sampaikan bisa dibaca dan diterima oleh selurut umat manusia.

” Dakwah ini harus sampai ke seluruh umat manusia.” Ujarnya

Sementara DR., K.H Abun Bunyamin M.A dalam pemaparannya, bahwa diantara etika dan adab yang harus di miliki seorang mu’ allim dan murabbi adalah ikhlas dalam mengajar dan mendidik, tidak ada tujuan lain baginya kecuali mengharapkan ridho Allah SWT.

Selain Ikhlas, sambung Kiayi, di antara hal- hal yang harus di miliki mu’ allim dan murabbi yaitu berpaling dari tujuan – tujuan duniawi kerana syogianya seorang mu’ allim tidak memiliki tujuan duniawi dalam syiar kegaamaan. Paparnya (Sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here