Revolusi Industri 4.0, Pemuda Harus Lebih Kreatif dan Inovatif

0
276

Bengkulu, BM – Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda tecafe eleven bersama OKP Bengkulu menggelar diskusi soal relevansi sumpah pemuda 1928 menjawab tantangan revolusi industri 4.0, di tecafe eleven, Penurunan, Kota Bengkulu.

Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bengkulu Ifansyah Putra mengatakan pemuda menjadi elemen terpenting dalam kemajuan bangsa, terkhusus dalam menghadapi industri 4.0 ini.

“Bukan hanya maju dalam teknologi, melainkan juga maju dalam paradigma berpikir, dan tetap mengedepankan etika dan moral yang menjadi identitas bangsa indonesia khususnya bengkulu,” ungkap Ifan sapaan akrabnya, didampingi Koordinator Wilayah GMKI Sumbangsel dan Bengkulu Reinal T Sibarani dan Founder Rumah Milenial Andi Hartono, Minggu (27/10/2019) malam.

Lanjutnya, pemuda juga perlu mengembangkan keahliaan sesuai dengan revolusi teknologi abad ini. Ini karena akan ada pekerjaan yang punah karena digantikan oleh mesin dan komputer.

“Pemuda harus mengembangkan dirinya agar punya kemampuan zaman ini. Skill manusiawi yang juga dibutuhkan pada saat ini. Misalkan, akuntan yang bukan hanya kuat di hardskill tapi juga punya softskill kemampuan komunikasi dan orientasi pelayanan tinggi, sehingga bisa memberikan layanan terbaik dan humanis,” tambahnya.

Kalau hanya bergantung pada hardskill, lanjutnya, maka komputer bisa lebih hebat. “Cari yang tidak bisa dilakukan komputer agar pemuda bisa menempatkan dirinya dalam berbagai bidang,” sampainya.

Selain itu, Ifansyah juga berpesan pada peringatan sumpah pemuda tahun ini adalah sebagai refleksi kembali kebangkitan peran pemuda-pemudi milenial sebagai aktor perubahan bangsa Indonesia.

“Dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, pemuda dituntut untuk kreatif, inovatif dan tidak lupa untuk tetap menjaga Kebhinekaan di Indonesia,” pesannya.

Sementara itu, Owner Tecafe Eleven Tommy Yusriyadinata mengatakan acara ini dihadiri puluhan pemuda di Bengkulu ada dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan berbagai kampus di Bengkulu serta OKP Bengkulu sebagai narasumber.

“Kegiatan ini dimeriahkan juga musikalisasi dan puisi perjuangan. Banyak dari pemuda tadi menampilkan lagu-lagu perjuangan dan pesan-pesan kritis untuk mendukung pembangunan negeri,” tutupnya. (BM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here