Salah satu Warga Benangin Somasi Menejemen PT. BEK

0
119

Tewe Timur, beritamerdekaonline.com –Akibat lahannya terdampak limbah Perusahaan Tambang Batubara salah satu warga Benangin Dius (64) tahun yang memiliki lahan seluas 58,2 Ha yang berlokasi di wilayah Pahu Telasai, Desa Benangin I, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, minta pertanggung jawaban dari manejemen PT. Bharinto Ekatama (BEK).

Dius (64) tahun mengatakan pada Bmol, Tabu 13/ Oktober 2021, kini pondok yang bertengger di lahannya sudah digenangi air. Lahannya awalnya merupakan lahan warisan secara turun temurun yang telah diwariskan oleh orang tuanya dengan bukti surat menyurat yang sah.

“Dius menegaskan kronologis yang merusak Lahan dan tenggelamnya pondoknya akibat aktivitas PT. TRUST site PT. BEK yang melakukan aktivitas penambangan yang posisinya berada di wilayah hilir lahan yang saya miliki dengan jarak sekitar 600 meter. Dius menuding penambangan tersebut mengakibatkan aliran sungai Pahu Telasai tersumbat menyebabkan banjir yang mengandung limbah yang diduga berbahaya meluap sehingga menenggelamkan pondok sampai saat ini,” ungkapnya.

Saya sebagai masyarakat kecil yang bergantung hidup sehari- hari pada pertanian secara manual pada hasil hutan, berladang dan berburu hanya bergantung sepenuhnya dengan hasil hutan, selain berladang berburu, dan cari ikan sangat terusik akibat dampak rusaknya lingkungan.

Salah satu tokoh masyarakat Benangin inisial FM yang dihubungi via WA Kamis 14/ 10/2021 mengatakan PT TRUST yang merupakan kontraktor PT BEK dengan ijin PKP2B yaitu (anak usaha dari Indo Tambang Megah TBK/ITM) yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah (Kalteng),” benar ada disomasi waga Benangin akibat lahannya diduga terkena dampak akibat aktivitas tambang di Desanya. Cuman untuk detailnya coba sdr tanyakan pada yang bersangkutan tutupnya.

Sementara pihak terdampak mengatakan pada tanggal 24 September 2021. kami juga telah menyurati pihak perusahaan namun belum ada tanggapan perusahaan sampai saat ini. Sepertinya perusahaan (PT TRUST site PT BEK) mengabaikannya dan tidak punya niat baik untuk menyelesaikan persoalan ini.

Apabila pihak perusahaan tetap tidak mau bertanggungjawab dan terus bersikukuh ( tidak menanggapi tuntutan ini, dan atas kerusakan lingkungan tersebut, maka
selanjutnya kami keluarga besar akan mengadakan aksi turun ke lapangan, meskipun harus berhadapan dengan dugaan tindakan pidana yaitu menghalang-halangi atau merintangi bentuk dari undang-undang Minerba.

Penting dicatat , ” Kami tidak menghalangi bentuk investasi apapun, tetapi kami hanya menuntut keadilan apa yang seharusnya menjadi hak-hak kami sebagai masyarakat lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Hirung selaku External Relation Head PT BEK saat di konfirmasi Rabu malam sekitar pukul 20.09 WIB melalui via handphone mengatakan akan kami rencanakan besok untuk mengadakan pertemuan tertutup dengan masyarakat terkait masalah tersebut. Dan masalah perijinan itu masuk PT Timber Dana bukan PT BEK,” pungkasnya. (Carli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here