Sarang Prostitusi Online di Mandi Angin Kepahiang di Grebek Polisi, tangkap 5 Tersangka

0
1810
Foto Istimewa

Beritamerdekaonline.com, KEPAHIANG –Sat Reskrim Polres Kepahiang Polda Bengkulu Berhasil mengungkap tindak pidana prostitusi online melalui aplikasi MiChat serta menangkap lima orang tersangka berinisial HM (23), SA (22), MC (21), MS (22), JA (24) pada hari selasa tanggal 05 oktober 2021.

Kapolres Kepahiang AKBP Suparman S.IK, M.AP, yang didampingi Kasat Reskrim Polres Kepahiang AKP Welliwanto Malau, S.IK., MH dalam pelaksanaan press conference kemarin (selasa, 19/10/2021) mengungkapkan, kelima tersangka ditangkap disebuah kontrakan yang berada di Jalan Mandi Angin Kelurahan Pensiunan Depan.

” kelima tersangka tersebut terdiri dari 4 (empat) orang perempuan dan 1 (satu) orang laki-laki yang merupakan penyewa kontrakan.” Ungkap Kapolres Kepahiang.

Dijelaskan oleh Kapolres Kepahiang, kelima tersangka prostitusi online yang berhasil di tangkap pada selasa sore sekitar pukul 15.30 wib tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya prostitusi Online lewat aplikasi MiChat dan sangat meresahkan masyarakat sekitar dikarenakan tempat berlangsungnya prostitusi berada dilingkungan mereka.

Mendapat informasi tersebut, Kemudian Unit Opsnal Tim Elang Jupi dan Unit PPA melakukan Under Cover atau penyamaran serta pemetaan tempat lokasi juga orang-orang yang terkait dengan prostitusi Online ini dengan cara masuk atau menggunakan aplikasi MiChat tersebut.

Anggota yang melakukan penyemaran pun segera melakukan kesepakatan atau deal harga dengan akun yang diketahui prostitusi Online yang menawarkan Open Booking (BO), Setelah terjadi deal harga 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah) untuk 2 orang PSK. kemudian anggota yang menyamar diarahkan oleh pelaku yang menawarkan open BO di MiChat ke kontrakkan yang berlokasi di Jalan Mandi Angin Kelurahan Pensiunan Depan.

Sat Reskrim Polres Kepahiang yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kepahiang AKP Welliwanto Malau, S.IK., MH,. Setelah mengetahui lokasi prostitusi atas laporan anggota yang menyamar segera menuju lokasi tempat terjadinya dugaan tindak pidana perdagangan orang untuk melakukan pengamanan.

” Bersama kelima tersangka kami juga menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 1.700.000,- (satu juta tujuh ratus ribu rupiah) diduga hasil dari praktik prostitusi.” Jelas Kapolres Kepahiang.

Para tersangka terjerat Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Jo Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP dan akan menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (R)

Editor : Zainal Abidin
Sumber : Humas Polda Bengkulu

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here