Sekda Kabupaten Buru M Elyas Hamid Kunjungi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di RSU Namlea

0
477

NAMLEA, Beritamerdekaonline.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Buru M. Elyas Hamid, SH, MM meninjau ruang isolasi Covid-19 di lokasi Pasar Baru Namlea dan RSU Namlea, Senin (10/08/2020).

Dalam kesempatan itu, Sekda menanyakan kesiapan ruang-ruang isolasi yang dibangun oleh Pemda Kabupaten kepada Kadis Kesehatan Anwar Prawira. Dalam penjelasannya, Anwar mengatakan kalau semuanya telah selesai dikerjakan dan siap digunakan, jelasnya.

Usai meninjau lokasi ruang isolasi yang berada di Pasar Baru Namlea, Sekda beserta rombongan kemudian menuju RSU Namlea meninjau ruang isolasi yang berada di sana.

Dalam peninjauan di ruang isolasi Covid-19 RSU Namlea ditemukan beberapa dinding yang baru saja dikerjakan ada beberapa keretakan, serta ada plapon ruangan tersebut telah mengalami kebocoran. Sekda kemudian menginstruksikan kepada Direktur Rumah Sakit untuk segera memberitahukan kepada kontraktor yang berinisial AH agar memperbaikinya.

Sambil meninjau beberapa banģunan yang sedang dikerjakan, Sekda juga meminta dinas terkait untuk mengaudit ruang isolasi sementara yang dibuat dengan tenda dan segera untuk dibongkar karena sudah tidak lagi digunakan.

Sekda kemudian menuju ruang Laboratorium khusus penyakit menular dan mendapat berbagai penjelasan yang disampaikan oleh pihak perusahaan yang mendatangkan alatnya. Usai meninjau ruang Laboratorium, Sekda dan rombongan kembali keliling Rumah Sakit.

Ikut mendampingi Sekda, diantaranya Asisten II Abas Pelu, Asisten I Mansur Mamulati, Kepala Inspektorat Sugeng Widodo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hasan Rehalat, Kadis Kesehatan Anwar Prawira, serta sejumlah pejabat di lingkup Pemerintahan Kabupaten Buru.

Terkait alat Laboratorium yang dianggarkan dengan dana COVID tersebut, Direktur RSU Namlea Dr Nasrun menjelaskan bahwa sesuai informasi dari tehknisi kemungkinan seminggu lagi Laboratorium ini sudah dapat digunakan. Sehingga diagnosis terhadap pasien Covid-19 akan lebih cepat.

Ditambahkan oleh Kadis Kesehatan Anwar Prawira, alat yang dipesan ini nilainya sebesar 3,5 milyar, ruangnya sendiri sudah bertekanan negatif sehingga sangat aman bagi petugas, dengan alat ini, hasil swab sudah tidak lagi di bawa ke Ambon, semuanya sudah bisa diperiksa disini. (Kasman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here