Sekretaris IPNU Aceh Desak Disdikbud Aceh, Pikirkan Nasib Anak Bangsa

0
366
Foto : Sekretaris IPNU Aceh, Supriadi. (Kausar).

BANDA ACEH, Beritamerdekaonline.com – Supriadi, Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Aceh mendesak Dinas Pendidikan Aceh agar tidak berlalu lama penundaan proses belajar mengajar secara tatap muka dibeberapa wilayah kabupaten/kota. Kamis, (16/072020).

Dasar penundaan itu di sebabkan Instruksi Gubernur Aceh Nomor. 11/INTR/2020 tentang PBM pada Satuan Pendidikan TP. 2020/2021 tentang Pembelajaran Tatap Muka yang diwacanakan pada tanggal 13 Juli 2020 ditunda di wilayah zona kuning.

Wilayah tersebut diantaranya Aceh Selatan, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Utara, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Tamiang.

“Tidak maksimalnya siswa belajar secara virtual. Dengan kondisi seperti itu, perpanjangan masa belajar di rumah dikeluhkan beberapa orang tua, meski sadar hal tersebut dilakukan untuk memutus penyebaran covid-19,” kata Supriadi kepada beritamerdekaonline.com

“Contohnya seperti Aceh Selatan, saya melihat jelas lewat observasi bahwa orang tua mengeluh, sebab tidak punya kesanggupan orang tua dalam mendidik, tidak memiliki fasilitas, jaringan yang terbatasi akibat wilayah terpencil,” ungkapnya.

Lanjut Supriadi, Pemerintah harus punya komitmen dan loyalitas untuk memikirkan dunia pendidikan. Pasar, Warkop, Mall, Tempat Wisata, tetap dibuka dan tidak menjadi persoalan.

“Ini pembodohan generasi namanya, jangan sampai anak yang serius menimba ilmu menjadi anak pemalas akibat covid-19,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar pemangku kebijakan harus siap dan sigap mengambil keputusan untuk mengaktifkan kembali sekolah, baik dari tingkatan SD, SMP, maupun tingkat atas, dengan menjalankan sesuai protokol kesehatan seperti mengunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan di air mengalir sampai situasi pandemi benar-benar tuntas. (Kausar).

Penulis : Kausar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here