Serikat Pekerja Driver Online (SPDO) Akan Melakukan Audiensi Dengan Calon Walikota Semarang Dan Anggota Dewan

0
908

SEMARANG, Beritamerdekaonline.com – Serikat Pekerja Driver Online (SPDO), akan melakukan audiensi dengan calon Walikota petahana Semarang, Hendrar Prihadi atau biasa dipanggil mas Hendi, sapaan akrab beliau.

Selain itu juga, SPDO akan menemui anggota Dewan kota semarang untuk menyampaikan keluhan para driver Grab dalam waktu dekat ini.

Dalam pertemuan semalam, Rabu (28/10/2020), para pengurus SPDO dengan para driver Grab baik Car maupun Bike para pengurus mendengarkan keluh kesah mereka.

“Kami saat ini benar benar mengalami kesulitan dengan kebijakan baru dari pihak Grab, setelah dihilangkannya insentif dan berganti menjadi garansi pendapatan. Insentif hilang tapi biaya pemesanan atau jasa masih ada, padahal dulu biaya pemesanan itu untuk insentif driver,” jelas Billy, salah satu anggota SPDO, saat menyampaikan keluhannya dalam forum dan beritamerdekaonline.com.

“Nah sekarang insentif hilang kok masih ada biaya pemesanan, itu untuk apa. Belum lagi potongan 20%. Saya harap potongan itu bisa diturunkan menjadi 10% biar para driver sejahtera dan bukannya menjadikan para driver sengsara,” ungkapnya.

Sementara itu, Taufan salah satu driver Grab, kepada pengurus SPDO menjelaskan, kepada para driver, inilah kenapa SPDO didirikan, SPDO didirikan untuk menjembatani dan mengayomi para driver online.

“Dengan adanya SPDO dibentuk ada salah satu group yang merasakan ketakutan. Entah karena apa, karena mereka melarang anggotanya untuk bergabung di SPDO. Jika mereka bergabung akan dikeluarkan dari keanggotannya di Sahabat Grab Club Semarang atau SGCS,” ucapnya.

Lanjut Taufan, mereka mendapatkan intimidasi dari salah satu ketua group lewat percakapan whatsapp. Seharusnya mereka mendukung, ada wadah yang akan membantu para driver online. Semuanya akan terwakili karena SPDO berbadan hukum dan semuanya akan terkoordinasi dengan baik.

“Contoh kemarin tanggal 28 Oktober 2020 akan ada demo besar besaran dengan mematikan aplikasi atau offbid dan akan ada bom opik (Order Fiktif), Tapi akhirnya tidak terbukti, dari SPDO sendiri menjelaskan kepara driver dan beberapa komunitas kalo berita itu Hoax dan tidak tau darimana sumbernya, kalaupun kita akan demo besar-besaran kita akan pakai cara yang smart,” bebernya.

Terpisah, Ketua SPDO, Didik Agus Riyanto, saat dihubungi beritamerdekaonline.com, Kamis pagi (29/10/2020), pukul 08.35 Wib, mengungkapkan, saat beredarnya isu offbid masal, dirinya juga sempat ngobrol dengan penumpang Grab. Beliau menanyakan tentang tarif Grab sekarang bagaimana.

“Tarif Grab kok sekarang jadi mahal ya pak. Kenapa biaya pemesanannya jadi mahal. Beda dengan aplikator sebelah. Kalau seperti ini bisa bisa saya pindah ke aplikator sebelah,” kata Didik, mengutip pembicaraan dengan salah satu penunpang bernama Ratna.

Hal ini, kata Didik, menyebabkan hilangnya mata pencarian untuk para driver ojek online. Untuk itu, ia berharap adanya kebijakan dari pihak Grab dalam permasalahan ini. (Budi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here