Sevlend : Berpolitik Membagi Uang Anggap Saja Shodaqoh

0
1069
Foto : Lokasi Kecamatan Bandungan di mana Sevlend saat memberikan komentar. (Didik).

BANDUNGAN, Beritamerdekaonline.com – Selain menyampaikan klarifikasi terkait dugaan tindak pidana pelanggaran Undang – Undang Perlindungan Anak dengan menikahi dan mencabuli Anak umur 7 tahun yang diduga dilakukan oleh Shekh Puji (Ayah Sevlend) yang sedang dalam proses penyelidikan di Polda Jateng, Sevlend kepada wartawan Beritamerdekaonline (BM) juga menyampaikan pandangan politiknya, yaitu Berpolitik membagi uang adalah Shodaqoh.

Hal itu disampaikan Sevlend kepada 3 orang  Wartawan BM, 2 Orang Wartawan Suara Rakyat dan Seorang Dari LSM, di halaman kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.  

Saat itu Sevlen yang juga kepala Desa di wilayah Bandungan yang masih mengenakan Seragam Kepala Desa karena ada urusan di Kantor Kecamatan Bandungan. 

Lebih lengkapnya Sevlend mengatakan, dirinya tidak akan tutup mata karena Poltik sekarang tidak mungkin tanpa finansial, logis, pilih dirinya polosan tak mungkin bisa pasti Sulit, tapi niatnya Shodaqoh.

“Politik membagi uang adalah Shodaqoh, yang mendapatkan uang senang dan yang membagi uang mendapatkan jalan. Secara bisnis anggap saja ini investasi,” tutur Sevlend lebih lanjut

Tidak tahu pasti Sevlent 5 tahun kedepan, dirinya mau mencalonkan diri sebagai Bupati, namun dari bahasa yang disampaikan Sevlend, berharap Ayahnya Syekh puji berharap bisa memberikan modal untuknya.

Sementara itu menurut Bondan mautohering ketua DPRD kabupaten Semarang sekaligus sekretaris DPC PDIP kabupaten semarang mengatakan, Bahwa politik uang tidak diperbolehkan sesuai undang undang. Hal ini dirinya sangat menentang dan melarang melakukan politik uang.

‚ÄúPolitik uang itu tidak di perbolehkan dalam kancah politik apapun, jika itu terjadi hal ini sangat di sayangkan,” Tegas Bondan. (Didik)

Penulis : Didik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here