Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Nekat Tanam Pohon Pisang di Jalan Lingkar Kota Rembang

0
2077
Foto : Miris : Tampak pohon pisang yang di tanam warga di ruas jalan lingkar Tireman, membuat arus jalan lingkar semakin sempit. Minggu (5/1/2020). (Muhammad Minan Bashori).

REMBANG, BM – Lamanya respon Pemerintah dalam menanggapi kondisi jalan lingkar tireman yang semakin parah dan tak kunjung diperbaiki. hal ini memicu reaksi masyarakat desa sekitar, sejumlah warga menanami jalan dengan pohon pisang. Minggu (5/1/2020).

Berdasarkan pantauan Beritamerdekaonline.com, Minggu (5/1/2020) sore, saat melewati sepanjang ruas jalan lingkar Rembang, antara sebelah utara gapura Desa Gedangan sampai perumahan Tireman, terlihat beberapa pohon pisang yang sengaja di tanam oleh beberapa warga sekitar.

Mashud, Tokoh masyarakat Desa Gedangan mengaku, terkait penanaman pohon pisang, ia mengaku tidak mengetahui siapa yang menanam pohon pisang di tengah jalan, namun hampir 3 tahun ini warga sekitar sering mengeluh dengan jalan ini yang tak kunjung ada titik terang dari pemerintah perihal perbaikan jalan ini.

“Harapan warga sekitar ingin secepatnya jalan ini di perbaiki, karena sudah hampir tiga tahun tak ada perbaikan sama sekali,” tuturnya.

Mashud menambahkan, warga sekitar dan pengguna jalan sering mengeluh terkait penerangan jalan, penerangan di jalan lingkar Tireman ini terlalu minim. Dan jalan ini juga masih termasuk jalan Kecamatan Kota Rembang.

“Saya melihat sendiri disini sering ada orang jatuh saat naik kendaraan roda dua mas, dulu sempat diperbaiki namun cuma di kasih tumpukan batu – batu saja, berjalannya waktu tumpukan batu itu malah menambah parahnya jalan ini,” tambahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Rembang, Sugiharto saat dikonfirmasi Beritamerdekaonline.com mengatakan,Awal tahun 2020 ini pihaknya segera menutup lubang – lubang agar tidak menjadi parah dan setelah itu akan dikerjakan secara permanen.

Lanjutnya, mengingat anggaran tahun 2020 ini diambil dari Bantuan Provinsi sebesar Rp 15 Milyar, guna menuntaskan perbaikan jalan lingkar. Jika usulan bisa cair, ia memastikan kerusakan jalan lingkar akan lekas teratasi.

Sugiharto menambahkan, Tahun 2019 pihaknya mengajukan ke Bantuan Provinsi (Banprov), untuk memperbaiki jalan lingkar. Namun anggaran yang diajukan tidak cair, sehingga akhirnya disokong Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Namun nilai kontraknya masih kecil, yakni Rp 1,7 Milyar, hanya untuk melakukan pembetonan jalan panjangnya sekira 0,5 kilo meter.

“Yang dibeton dari depan Kafe Pallapa sampai gapura Desa Gedangan. Konstruksi dan ketebalannya khusus, karena sering dilewati kendaraan berat. Kalau lebarnya 7 Meter. Pasti pakai beton, kalau nggak beton mleyot nanti,“ jelasnya.

“Mengingat jalur itu sering dilalui kendaraan berat, maka sudah kami ajukan alih status dari jalan Kabupaten menjadi Jalan Nasional dan sekarang tinggal menunggu pembahasan di Kemen PUPR, karena sudah diteruskan oleh dinas Bina Marga dan Cipta Karya  (BMCK) Provinsi Jawa Tengah,” pungkasnya. (Minan)

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here