Telan Anggaran Rp 6,6 Miliar, Waket I Bersama Komisi C Monitoring Embung yang Barusaja Diresmikan Sudah Jebol

0
860

Berita Merdeka online, Pangkalan Banteng/Kobar – Wakil ketua I DPRD kabupaten Kobar bersama Komisi C Dapil III turun kelapangan Monitoring Embung yang baru saja di resmikan oleh bupati kobar tapi sudah jebol tiga kali di Desa Marga Mulia,Kamis(13/01/2022)siang

Embung yang masih seumur jagung ini menelan anggaran Rp 6,6 Miliar,belum ada sebulan dari semenjak diresmikan penggunaan nya oleh Ibu Bupati Kobar tapi sudah jebol tiga kali,ujar Muliyadin Wakil ketua I DPRD kabupaten Kotawaringin Barat(Kobar)saat di wawancara oleh awak media di Lokasi Embung di Desa Marga Mulia kecamatan Pangkalan Banteng.

Muliyadin mengatakan”kami pada hari ini melakukan monitoring terhadap bendungan ataupun Embung yang ada di wilayah Desa Marga Mulia Karena setelah selesai di resmikan penggunaannya oleh ibu Bupati kabupaten kotawaringin barat pada bulan Desember 2021 kemarin Tiba-tiba terjadi jebol.

Sehingga menjadi semacam polemik dimasyarakat dan kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa polemik jebol ini sudah terjadi tiga kali,ujarnya.

“Jebol yang pertama di perbaiki dan jebol yang kedua diperbaiki juga dan kemudian jebol yang ke tiga kali ini dalam tahap perbaikan,terang muliyadin.

Muliyadin menambahkan”sebenarnya bukan masalah diperbaikinya,ketika ada jebol berarti ada ketidak beresan atau ada ketidak sesuaian dalam pengerjaan nya terhadap konstruksinya apakah itu pondasinya ataupun hal-hal lain yang menunjang dalam kegiatan ini.

Kalau cuman dilakukan perbaikan cuman memakai timbunan-timbunan tanah dikhawatirkan juga nanti terjadi kebobolan lagi atau jebol lagi nah ini tentunya akan kita koordinasikan dengan pihak terkait mengenai apa dan bagaimana tanggung jawab kontraktor dalam hal ini.

Masih kata muliyadin”Harapan kami proyek ataupun kegiatan yang menelan anggaran APBD yang cukup besar ini bisa bermamfaat secara maksimal bagi masyarakat sekitarnya khususnya mengailir lahan pertanian masyarakat.

Kami juga mengharapkan embung ini bisa menjadi objek wisata juga bisa menambah pendapatan masyarakat.

Menurut Muliyadin,
Apabila embung ini dapat di fungsikan secara maksimal juga bisa dijadikan semacam lahan untuk budidaya ikan air tawar yang tentunya bisa menambah ingkam pendapatan bagi masyarakat Desa Marga Mulia,terang muliyadin.

Ditempat yang sama Anggota komisi C dapil III menambahkan”Kami beserta rombongan baru kali ini melihat kondisi ini setelah mendengar informasi kejadian yang ada,ada beberapa peralatan yang fungsinya kurang baik,pungkasnya.

“Tadi kami juga sudah koordinasi dengan dinas PUPR bahwa ini juga masih masa pemeliharaan dan berharap ini bisa segera diperbaiki dan untuk selanjutnya perlu keputusan nantinya karna pintu air ini bukan otomatis tapi manual.

Perlu ditunjuk siapa yang akan bertanggung jawab untuk mengoperasionalkan bendungan ini,ujarnya.

Dia juga menambahkan,kalau ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah berarti pemerintah daerah harus segera mengalokasikan dan memastikan siapa yang akan menjaga pintu air ini supaya apabila ada curah hujan yang tinggi ada yang mengamankan kapan saatnya harus di buka dan ditutup.

Kalau ini kewajibannya dibebankan kepada Desa maka pemerintah desa harus memahami betul dan kalau boleh dianggarkan untuk penjaga pintu air ini maka segera dianggarkan mengingat sekarang lagi musim hujan karna sekuat apapun tanggul dan sekuat apapun bangunan ini kalau air tidak terkendali maka tetap akan menimbulkan kerusakan.

Kami inginkan segera saat ini juga untuk menentukan siapa yang menjaga pintu air ini,tutupnya. (*)

Editor : Ronny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here