Terjadi Pemukulan Siswa Diduga oleh Oknum Guru SMA Negeri 1 Darma

0
266

Beritamerdekaonline.com, Majalengka –Baru – baru ini warga Kuningan khususnya di wilayah kecamatan Darma dibikin heboh dengan adanya dugaan penganiayaan oleh oknum guru yang tak pantas ditiru oleh kaum pendidik.

Informasi tak pantas tersebut ialah beredar kabar bahwa oknum guru SMA Negeri 1 Darma (Iwn) yang menjabat sebagai guru Biologi diduga kuat telah melakukan penganiayaan kepada salah satu anak didiknya, dengan cara ditampar pipi kanannya, mengakibatkan siswa tersebut merasa pusing kepala berkelanjutan, bukan itu saja giginya pun sampai goyang-goyang dan hampir copot.

Awal permasalahannya ini terkuak berdasarkan informasi dari salah satu orang tua siswa, juga beberapa sumber menjelaskan kepada awak media.

Keterangan yang diterima awak media dari orang tua siswa pada, hari Jumat ( 12/11/2021), berawal dari ada salah satu murid nakal, guru mau mengajar pintu kelas malah ditutup kemudian dikunci, merasa tidak dihargai oleh siswa (Dn), oknum guru Biologi (Iwn) salah kaprah dengan menampar siswa (Dn) dengan mengatakan ” apa kamu melotot ke saya “, ” ujar sumber.
Sehingga siswa (Dn) mengalami derita pipi merah dan pusing berkelanjutan.

” Dengan kejadian seperti ini, saya sebagai orang tua murid sangat menyayangkan dengan tindakan oknum guru tersebut yang menurut saya sudah diluar batas kewajaran dalam mendidik atau memberikan hukuman terhadap murid yang nakal, ” jelas sumber.

Sumber menambahkan, ” memang saya akui siswa tersebut memang salah dan perlu dikasih hukuman, namun menurut saya hukuman tersebut bukan dengan cara kekerasan fisik, akan lebih baik dengan cara mendidik, pastinya bukan dengan cara kekerasan”.

Awak media mendatangi sekolah kemudian disambut Kepala sekolah (Slh) dan beberapa guru.
Kepala sekolah (Slh) menjelaskan telah menanyakan kejadian tersebut kepada yang bersangkutan, hal itu memang diakui benar adanya.

” Yang jelas siswa itu telah melakukan kesalahan yaitu berbuat nakal dilingkungan sekolah dalam waktu jam belajar.
Dan kami sudah melakukan pembinaan terhadap siswa dengan sesuai aturan, informasi telah terjadi penganiayaan terhadap siswa tersebut itu adalah benar adanya “.

Untuk lebih jelasnya saya mewakili pa (Iwn) akan menjelaskan permasalahannya.

” Awalnya ibu guru Ika mau mengajar, ketika menuju ke kelas, pintu telah ditutup dan dikunci oleh siswa tersebut.
Kemudian ibu guru Ika kembali keruang guru dan menceritakan kejadian tersebut ke para guru termasuk pak (Iwn) guru Biologi, mendengar hal tersebut kemudian pak (Iwn) mencoba menghampiri siswa tersebut, ketika bertemu pak (Iwn) siswa tersebut sempat mengangkat tangan memberi hormat, tetapi tak disangka pak (Iwn) langsung menamparnya dengan mengatakan ,” apa kamu melotot saja sama aku “, ” jelas kepsek.

Maman sebagai wakil kepsek juga menjelaskan bahwa hal tersebut benar adanya, karena saya tahu persis permasalahannya.

” Ya menurut saya mungkin pa (Iwn) itu lagi banyak pikiran sehingga dia khilaf, bahkan menurut tindakan itu wajar karena spontanitas, tapi kata-kata tersebut diralat setelah beberapa waktu dibantah oleh pihak pengacara.

Yang jelas dari karya pemberitaan seorang jurnalis, aparat penegak hukum (APH) bisa mempunyai catatan dasar dan publik atau pembaca mempunyai dasar penilaian. (MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here