Tiwul Pandan Keju, Makanan Jadul Yang Bercitarasa Milenial

0
722
Foto : berbagai jenis makanan tiwul yang bervarian hasil karya dai KBU PKBM Orkapi Ungaran, Sabtu (7/3/2020). (Budi).

UNGARAN, BMonline – PKBM selaku lembaga pendidikan non formal yang eksis di masyarakat sering dipandang sebelah mata, karena minimnya kegiatan unggulan yang dilaksanakan layaknya pendidikan formal.

Hal ini yang ingin ditepis oleh PKBM ORKAPI, dalam menghadapi tantangan tahun 2020. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah, dengan memunculkan Kelompok Belajar Usaha (KBU). Rintisan KBU dengan kearifan lokal yang coba dikembangkan adalah produksi olehan singkong.

Hal ini dikatakan Ketua PKBM Orkapi, Badriyah, bahwa dengan seiring melimpahnya hasil ladang warga belajar, yang tidak sebanding dengan daya konsumsi masyarakat pedesaan yang tidak lagi suka dengan olahan singkong.

“Untuk itu, kami dari PKBM ORKAPI melalui KBU, membudidayakannya menjadi makanan jadul berupa tiwul,” ucap Badriyah, Sabtu (7/3/2020).

Makanan Tiwul ini, Lanjut Badriyah, merupakan salah satu potensi kuliner  tradisional yang memiliki kearifan lokal tersendiri, yaitu ketika pada jaman dahulu kala digunakan sebagai makanan pokok penduduk setempat yang bertempat di daerah pegunungan dengan lahan yang  kering. 

“Karena Tiwul saat ini, telah beralih fungsi dari sumber makanan pokok menjadi camilan dan oleh-oleh saja. Prosesnya memang sedikit rumit, sehingga menjadikan masyarakat kini malas untuk mengolah singkong menjadi Tiwul,” katanya.

Selain itu, Tambah Badriyah, hal ini dapat mendorong KBU PKBM ORKAPI, dalam mengembangkan tiwul instan yang dalam penyajiannya sangat sederhana dan mudah. Sehingga sajian tiwul tidak lagi dianggap jadul.

Dijelaskannya, ada beberapa varian yang dikembangkan, diantaranya, tiwul tawar, manis original, gula merah, dan pandan.

“Best seller produk kami adalah tiwul pandan. Hal ini berawal dari maraknya konsumen yang memposting varian tiwul pandan dengan topping keju. Awalnya tiwul yang hanya disajikandengan parutan kelapa kini beralih menjadi cemilan milenial dengan adanya varian topping keju. Produk kami dijual melalui media online, di gerai pusat oleh-olehdan  juga dititip ke warung-warung di sekitar PKBM,” tutupnya. (Budi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here