Transaksi Sabu Tengah Laut, Ditangkap!

0
268
Foto: Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana saat didampingi Kabid Humas Kombes Yusri dan Dirnarkoba Kombes Herry Heryawan saat temu pers didepan gedung Ditnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat sore (27/3/2020)

Jakarta, BMonline – Melalui Subdit II Psikotropika Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bekerja berhasil mencegah pengiriman 27 kg sabu dari Kepulauan Riau ke Jakarta.

Petugas juga menangkap para tersangka pelaku di Pulau Sumpat, Teluk Sebong, Kepulauan Riau (Kepri).

“Ini pengembangan dari penangkapan tersangka EM dengan barang bukti 10 kilogram sabu pada Juli 2019 ,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana AS saat siaran pers di depan gedung Ditnarkoba Mapolda.

Menurutnya, dari penangkapan EM diperoleh informasi salah seorang komplotannya berinisial JU (52).

Selanjutnya, kata Kapolda Nana, petugas mengejar JU dan mendapat informasi keberadaannya di  Kepri pada awal Maret 2020.

Dari hasil pelacakan, sambungnya, JU merencanakan pengiriman sabu ke Jakarta menggunakan speedboat setelah transaksi ditengah laut dengan menggunakan kapal pancing nelayan.

Petugas lapangan juga mendapat informasi bahwa narkoba jenis sabu itu akan segera dibawa ke Jakarta.

Menindaklanjuti informasi itu, tim Subdit Psikotropka Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Bea Cukai Tanjung Pinang untuk menyergap para pelaku.

“Jadi, pada Sabtu 21 Maret 2020 Subdit II Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya bersama Tim Bea Cukai menggunakan Speed Boat BC 1288 menangkap JU dan dua temannya berinisial MZ (22) dan LOS (48) di Pulau Sumpat, Bintan, Kepulauan Riau,” kata Kapolda Nana yang berulang tahun ke-55 pada 26 Maret kemarin.

Dari penangkapan itu petugas menyita barang bukti dua galon warna biru berisi 26 Bungkus sabu dengan berat kotor  27 kg. “Ketiga tersangka tentu dibawa ke Jakarta,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Kombes Yusri Yunus yang mendampingi Kapolda.

Kita ketahui bersama, Sumpat adalah sebuah pulau kecil di utara Pulau Bintan. Pulau ini biasanya digunakan oleh Orang Laut, suku tradisional, dan juga para nelayan setempat.

Menurut Yusri, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, mulai dari Pasal 114 ayat  2, Pasal 115 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 dengan menunjuk Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hukumannya pidana seumur hidup atau penjara antara 5-20 tahun beserta denda antara Rp 1-10 miliar rupiah.(ams)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here