YARA Desak Bupati Singkil Beri Sanksi Perusahaan yang Tidak Bangun Plasma

0
496
Kepala Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Aceh Singkil, kaya Alim, SH

Singkil, beritamerdekaonline.com – Kepala Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Aceh Singkil, Kaya Alim, SH mendesak Bupati Aceh Singkil Dulmusrid untuk memberikan sanksi kepada Perusahan Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan yang tidak melaksanakan kemitraan dengan membangun kebun plasma seluas minimal 20 persen kepada masyarakat.

Pasalnya, dalam UU No. 39/2014 tentang Perkebunan, telah mengamanatkan kewajiban pola 80% (perusahaan inti) dan 20% (plasma) tersebut, tulis Kaya Alim melalui siaran persnya di terima beritamerdekaonline.com Rabu, (15/09/2021).

Adapun bunyi UU tersebut, kata Kaya Alim, mewajibkan setiap perusahaan perkebunan memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar paling rendah seluas 20% dari total luas areal kebun yang diusahakan (HGU).

“kami mendesak Bupati Aceh Singkil untuk memberikan sanksi kepada perusahaan perkebunan di Aceh Singkil yang tidak melaksanakan perintah UU yang mewajibkan kepada setiap perusahaan perkebunan  untuk membangun kebun plasma seluas 20% dari total luas areal perkebunan” sebut Kaya Alim. 

Dijelaskan Kaya Alim, berdasarkan surat yang diterima pihak YARA dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Singkil terdapat sekitar 15 perusahaan Hak Guna Usaha (HGU)  perkebunan yang masih belum membangun kebun plasma.

“Kali ini kita meminta agar Pemkab Singkil memberikan sanksi kepada mereka yang tidak menjalankan kewajiban kemitraan membangun 20% kebun Plasma” ujarnya. 

Menurut Kaya Alim, terkait persoalan tersebut, pihak YARA juga akan menyutari Komisi Pengawas Persaiangan Usaha (KPPU). Karena sebagaimana Peraturan Pemerintah No. 17/2013 KPPU memiliki ke¬wenangan untuk mengawasi dan menegakkan hukum atas pelaksanaan kemitraan antar pelaku usaha besar dengan UMKM. 

Padahal, lanjut Kaya Alim, seharusnya dengan adanya kebun plasma bagi masyarakat akan meningkatkan standar hidup petani, peningkatan hasil produksi yang kemudian berdampak pada pendapatan mereka. Selain itu lanjutbl dia, program plasma ini juga bertujuan agar para petani dapat lebih produktif melalui pembinaan produksi, dan tata cara pengelolaan perkebunan yang baik.

Dari jumlah Perusahan di Aceh Singkil yang belum membangun Plasma beedasarkan data LKMP Online tahun 2021 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Singkil di antaranya, 

1.PT Runding Putra Persada 

2.PT Singkil Sejahtera Makmur

3.PT Perkebunan Lembah Bakti (Astra)

4.PT Nafasindo

5.PT Dian Rizzpoda

6.PT Socfindo

7.PT Ensem Lestari

8.PT Agrosarana Mandiri

9.PT Lestari Tunggal Pratama/PT Global Sawit Semesta

10.PT Delima Makmur

11.PT Dalanta Anugra Persada

12.PT Prima Lasima Bersaudara

13.PT Sehat Lasima Bersaudara

14.PT Al Kautsar

15.PT Perkebunan Sinai Telaga Zam-Zam

“kami akan menyurati pihak KPPU, terkait dengan perusahaan yang sampai saat ini belum melaksanakan kemitraan kebun plasma. Seharusnya, dengan adanya kebun plasma tersebut masyarkat petani di Aceh Singkil tentu akan bisa meningkat hasil produksinya dan bisa meningkatkan standar hidup para petani” tutup Kaya Alim. (Gunawan/Pundeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here