Bengkulu, BM – Sesda (Sekretaris Daerah,red) Kota Bengkulu, Marjon enggan menanggapi perihal Full Day School yang banyak menjadi pro dan kontra di mata masyarakat. Keengganan ini lantaran Full Day school yang dicanangkan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan yang baru hanya sebatas pemikiran.
“Inikan baru pemikiran menteri, jadi kita menanggapi hanya sebatas pemikiran”, ujar Marjon
Marjon juga menambahkan bahwa pemikiran menteri ini tergantung pada tanggapan oleh masyarakat, sedangkan pemerintah hanya sebatas fasilitator.
“Kalau pemikiran diterima masyarakat, maka pemerintah daerah akan menyetujui, tapi bila masyarakat tidak menerima, maka pemerintah daaerah akan menyampaikan bahwa masyarakan tidak menerima.” Tambahnya.
Menurutnya, Full Day School akan banyak berpengaruh pada kehidupan sosial anak, dan juga tidak banyak manfaatnya, sedangkan sistem pendidikan sekarang sudah hampir full day.
“Yang penting kualitas pendidikannya, kalau full day atau tidaknya kembali kepada kualitasnya kembali”, ungkap marjon.
Ia juga mengungkapkan pemikiran setiap orang berbeda, bahwa semua kembali kemasyarakat bagaimana menanggapinya.
“Semua kembali kemasyarakat, mau diterima atau tidak, ini kan hanya sebatas pemikiran, ya kita harus menanggapi dengan pemikiran dan keadaan,” tutupnya. (D12)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan