Aceh Tengah, Berita Merdeka Online — Sebuah video dugem laki – laki, waria dan perempuan di salah satu kafe di daerah Pegasing, Aceh Tengah viral di Media Sosial (Medsos).
Dalam video berdurasi 59 detik itu, tampak sejumlah laki – laki, waria dan perempuan berjoget – joget sambil menikmati musik house ala diskotik.
Terlihat juga, satu orang perempuan berjoget diatas meja berpakaian seksi, kemudian para laki – laki dikafe itu menikmati sambil berteriak – teriak.
Melihat hal itu, sejumlah warganet di Medsos mengaku geram, lantaran kabupaten yang berhawa sejuk itu terkenal dengan adat dan syari’at Islam.
“Tempat seperti ini sudah ada dekingan, tempat dalam rekaman video itu diduga memiliki dekengan, mungkin nyetor juga jadi aman,” tulis akun Instagram @Cofferumah.
Sementara itu, netizen lain menyebut, joget – joget dikafe itu sudah sering terjadi, hanya saja baru kali mencuat kepermukaan hingga viral di Medsos.
“Yang deking orang kuat, tapi ingat, sekuat kuat dekingan maksiat, suatu hari kami akan bangkit,” tulis pemilik akun @hendrisagoe12.
Semenatara itu, salah akun Medsos Facebook juga menuai komentar soal video tersebut,
“Dinas Syariat Islam adakah? Gayo dan Adat Istiadat,” tuli pemilik akun facebook Badri Linge.
Sementara itu, secara terpisah, Camat Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Syukurdi kepada wartawan mengatakan video yang beredar itu terdapat di wilayah seputaran Blang Bebangka, Pegasing.
“Kejadian ini dilaporkan terjadi pada malam minggu lalu, saya mendapat informasi ini dari masyarakat dan Muspika kampung setempat,” kata Syukurdi.
Dirinya mengaku, persoalan tersebut sudah disampaikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Tengah.
“Dari anggota Polsek juga sudah turun kesana untuk mengecek. Berdasarkan keterangan, mereka mengaku kegiatan acara ulang tahun, serta sudah sempat dibubarkan oleh anggota Polsek,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Telege Wing, Kampung Blang Bebangka Aceh Tengah, mengungkapkan dirinya telah meminta kepada seluruh masyarakat yang ada dilingkungan tersebut, untuk menanda tangani agar panggung hiburan malam itu ditutup,
” Saya, sudah pernah meminta kepada warga, untuk memanda tangani surat, yang ditujukan kepada Bupati Aceh Tengah melalui Pak Camat, agar hiburan malam didaerah tersebut ditutup, tapi saya , hanya sebatas itu, selanjutnya saya tidak tau lagi, ujar Kepdus tersebut. (Tim)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan