Takengon (NAD) Berita Merdeka Online — Setelah terjadi beberapa bulan silam adanya mobil Ambulance, kehabisan bahan bakar padahal pasien berada didalam mobil, kini terjadi lagi bahwa viral di media sosial (instagram), Ambulance Puskesmas Celala digunakan untuk pergi menonton bola, di saat dibutuhkan pasien yang akan dirujuk ke RSUD Datu Beru Takengon.
Seorang pasien asal dari warga Alur Kumer, Kecamatan Silihnara bernama Kiki, tersengat aliran listrik saat sedang memasang tratak, sekira pukul 17.03 WIB, Jum’at (06/1/2023) di wilayah kecamatan Celala.
Saat ditemui awak media, Kiki terbaring di ruang Mawar, RSUD Datu Beru Takengon,. Terlihat kulit lututnya terkelupas bekas sengatan listrik dan kedua tangannya mengalami luka luka.
“Kepalanya berdarah, karena dia jatuh setinggi empat meter, saat itu sedang memasang tratak,” kata Mauli, kakak kandung pasien, Sabtu (7/1/2023).
Pasien dibawa ke Puskemas Celala menggunakan roda dua untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Setibanya di Puskesmas mereka menerima informasi bahwa Ambulan sedang tidak di lokasi. Pasien sempat mendapat perawatan dari nakes, namun kondisinya tak memungkinkan, harus dirujuk ke RSUD.
“Kami mendengar informasi ambulance digunakan untuk menonton bola bukan praduga kami, melainkan dari internal Puskesmas,” kata Mauli.
Saat di Pepalang, Kecamatan Pegasing, Mauli berpapasan dengan ambulance.
“Saat itu saya langsung menuju ke mobil ambulance, karena mobilnya juga berhenti, saya pikir adik saya di dalam, ternyata tidak, seperti sedang mengisi minyak,” kata Mauli.
Menurut dia, sopir ambulan itu sempat di telpon oleh pihak keluarga, namun tidak mendapat jawaban.
Terpisah, Kepala Puskesmas Celala, Sabahul Badri saat dihubungi awak media, mengaku, informasi mobil ambulance digunakan untuk kendaraan menonton bola tidak benar.
Melainkan, mobil tersebut digunakan untuk mengambil obat ke Dinas Kesehatan, mobil tersebut berangkat setelah sholat jum’at.
“Tidak benar, di video yang beredarkan jelas terlihat ada obat obatan yang diturunkan, kami sudah melakukan klarifikasi ke yang bersangkutan. Bahkan, hingga saat ini tidak ada bukti kalau mobil tersebut berada di lapangan bola,” kata Sabahul Badri melalui sambungan selularnya.
Jelasnya, bahwa sesuai SOP, ketika pasien masuk harus ditangani dulu, tidak mungkin langsung tiba tiba dirujuk, apapun itu harus ditangani dulu.
Terkait pengisian BBM di pertamini Pepalang, Sabahul menyebut lumrah terjadi, lantaran kondisi darurat.
“Kalau isi di kota harus antri, sedangkan mobil ini dibutuhkan dalam keadaan darurat,” katanya sembari menekankan tidak benar digunakan untuk kendaraan menonton pertandingan bola kaki.
Berbeda dengan pengakuan sopir Ambulance, Anjar (29) yang mengaku sudah lima tahunan bekerja sebagai sopir di puskesmas itu,
Saat dikonfirmasi mengatakan dirinya pada hari itu tidak ada kelapangan bola kaki di Gelelungi, ” Saya baru pulang dari Dinas mengambil Obat, dalam perjalanan tiba- tiba saya ditelpon oleh perawat, saya bergegas pulang ke Puskesmas, setelah mengambil obat, tapi diperjalanan saya kehabisan BBM, terpaksa saya membelinya di pertamini ” Ungkapnya. (Man)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan