Agam, (Sumbar) Beritamerdekaonline.com — Pemerintah Kabupaten Agam menggelar pelatihan manajemen bisnis koperasi untuk para pengurus koperasi se-Kabupaten Agam. Acara ini berlangsung di Hotel Sakura Syariah Lubuk Basung selama tiga hari, dari tanggal 25 hingga 27 Juni 2024.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumatera Barat, Edwar. Dalam sambutannya, Bupati Agam yang diwakili oleh Asisten III Setdakab Agam, Asril, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini memberikan pembelajaran yang bermanfaat.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan para pengurus koperasi dapat memperoleh pengetahuan tentang rencana bisnis koperasi dan pengembangan usaha, serta mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat,” ujar Bupati Agam.
Pada tahun 2024, Kabupaten Agam memiliki 230 koperasi, dengan 149 di antaranya aktif dan memiliki jumlah anggota sebanyak 32.216 orang. Pada akhir tahun 2023, jumlah aset koperasi di Kabupaten Agam tercatat sebesar Rp471,33 miliar dengan volume usaha mencapai Rp300,66 miliar dan perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp13,48 miliar.
“Peningkatan kinerja koperasi dari tahun ke tahun menunjukkan semangat tinggi para penggiat koperasi. Saya berharap seluruh koperasi di Kabupaten Agam dapat menjadi wadah untuk pengembangan usaha dan perekonomian masyarakat,” tambah Asril.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas pengurus koperasi di Kabupaten Agam. Dengan demikian, koperasi dapat berperan lebih aktif dalam memajukan perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan ilmu teori, tetapi juga praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan pengurus koperasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa ilmu yang diberikan dapat langsung diterapkan dalam operasional sehari-hari koperasi.
Bupati Agam menekankan pentingnya peran koperasi dalam perekonomian lokal. Koperasi diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi di desa-desa, membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memberikan solusi atas berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi.
Dengan pelatihan manajemen bisnis ini, diharapkan pengurus koperasi dapat lebih profesional dalam mengelola usaha, membuat perencanaan yang matang, dan mengatasi berbagai masalah yang mungkin muncul. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkuat jaringan antara koperasi sehingga bisa saling mendukung dan berbagi pengalaman. (KN)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan