Beritamerdekaonline.com, Tolitoli – Pada puncak peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-64, Kejaksaan Negeri Tolitoli mengungkapkan pencapaian kinerja mereka selama periode Januari hingga Juli 2024. Acara ini berlangsung pada Senin, 22 Juli 2024, dan dipaparkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli, Albertinus P. Napitupulu, kepada sejumlah media di kantor Kejari Tolitoli.

Dalam laporan tersebut, berbagai bidang menjadi fokus utama, mulai dari Intelijen, Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Pidana Umum (Pidum), Pidana Khusus (Pidsus), hingga seksi pengelolaan barang bukti dan barang rampasan. Selain itu, capaian dari wilayah kerja cabang Kejaksaan Negeri Tolitoli juga disampaikan.

“Kami berterima kasih atas kehadiran rekan-rekan media dalam kegiatan press release ini yang bertepatan dengan Hari Bhakti Adhyaksa ke-64,” ujar Albertinus P. Napitupulu, Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli.

;Dalam bidang Intelijen, selain melaksanakan tugas wajib, Kejari Tolitoli juga sukses menggabungkan dua program strategis, yaitu “Jaksa Menyapa” dan “Focus Group Discussion (FGD);. Program ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait seragam sekolah.

Program “Jaksa Menyapa” yang diluncurkan oleh Kejari Tolitoli bertujuan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan mendengar langsung aspirasi serta keluhan mereka. Melalui program ini, permasalahan di bidang pendidikan, terutama terkait isu mahalnya seragam sekolah, berhasil diidentifikasi.

Menanggapi isu viral di media sosial mengenai siswa yang tidak mampu melanjutkan pendidikan karena biaya seragam yang mahal, Kejari Tolitoli segera mengadakan FGD yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Tolitoli, Usman Taba, dan Wakil Ketua DPRD Tolitoli, Jemy Yusuf. Hasil dari FGD ini menghasilkan beberapa rekomendasi penting untuk meringankan beban biaya seragam bagi siswa dari keluarga kurang mampu, sehingga semua siswa dapat mengakses pendidikan tanpa terkendala biaya seragam.

Kejari Tolitoli juga memaparkan capaian kinerja dalam kegiatan tracking aset sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Bidang Intelijen telah melaksanakan kegiatan tracking aset untuk mengidentifikasi dan menelusuri aset-aset yang diduga diperoleh dari hasil tindak pidana korupsi. Kegiatan ini mendukung bidang Pidana Khusus dalam mengungkap dan memulihkan kerugian negara, termasuk dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran pengadaan perahu/kapal penangkap ikan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tolitoli tahun anggaran 2018.

;Dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Tolitoli telah melaksanakan empat kegiatan MoU, memberikan bantuan hukum dalam empat kegiatan;. pendampingan hukum dalam 28 kegiatan, dan pelayanan hukum dalam tujuh kegiatan. Sementara itu, Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) telah menangani 58 perkara, dan Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) telah melakukan penuntutan sebanyak tiga perkara.

Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan telah menyelesaikan pemusnahan barang bukti periode November 2023 hingga Mei 2024, yang terdiri dari 13 perkara tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu dengan berat netto 91,9608 gram, dan 17 perkara tindak pidana umum lainnya.

Kajari Tolitoli juga menyampaikan capaian kinerja dari cabang-cabang Kejari Tolitoli di Bangkir, Ogotua, dan Laulalang. Cabang-cabang ini telah menangani berbagai perkara pidana umum dan pidana khusus, serta melakukan penyelamatan keuangan negara melalui penanganan perkara korupsi.

Atas pencapaian kinerja ini, Kejaksaan Negeri Tolitoli berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. ”Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kami kepada masyarakat.” pungkas Albertinus p Napitupulu

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pencapaian dan program Kejari Tolitoli, kunjungi situs resmi Kejari Tolitoli. “Tetaplah terinformasi mengenai kegiatan dan program Kejari Tolitoli yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat”. (Alm)