SEMARANG, Berita Merdeka Online – Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan Duta Genre (Generasi Berencana) mengadakan acara masak bersama di SMPN 14 Semarang, Jumat (18/10), sebagai bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia. Acara tersebut turut menghadirkan Chef Regan Arrozaq Hamdani, finalis TOP 4 Junior Master Chef Indonesia, untuk memotivasi siswa-siswi dalam menyiapkan makanan bergizi.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang akrab disapa Mbak Ita, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari uji coba program makan siang bergizi yang sebelumnya dilakukan empat kali bersama Persatuan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI).

“Hari ini kita libatkan generasi muda, yakni Duta Genre, agar anak-anak bisa menikmati masakan yang disiapkan langsung di tempat,” kata Mbak Ita.

Mbak Ita berencana memperluas program serupa di sekolah-sekolah lain untuk mengajarkan pentingnya gizi melalui kegiatan memasak.

“Duta Genre dan Mas Regan menunjukkan bahwa menyiapkan makanan sehat tidak sulit. Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias makan bersama,” ujar Mbak Ita.

Pada acara ini juga diluncurkan Inovasi GenDASHAT (Generasi Berencana Cerdas dan Sehat), yang bertujuan menekan angka stunting di masa mendatang. Sekitar 1.000 porsi makan siang bergizi dibagikan kepada para siswa, bekerja sama dengan PPJI, Dinas Kesehatan, dan Dinas Ketahanan Pangan.

Selain fokus pada gizi, Pemkot Semarang telah mempersiapkan langkah antisipatif untuk mengatasi food waste melalui budidaya maggot di sekolah-sekolah.

“Kita akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan untuk melatih budidaya maggot, yang tidak hanya berguna untuk mengurai sampah organik tetapi juga bernilai ekonomi sebagai pakan ikan dan unggas,” jelas Kepala Dinas Pendidikan, Bambang Pramusinto.

Budidaya maggot telah diterapkan di beberapa sekolah seperti SMPN 18 dan SMPN 22. Kepala SMPN 14 Semarang, Didik Teguh, menambahkan bahwa sekolahnya siap memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan serupa guna mengolah sisa makanan dari program makan siang bergizi.

“Langkah ini penting agar anak-anak belajar mengelola sisa makanan dengan baik dan lingkungan tetap terjaga,” pungkas Didik.(day)