Tolitoli, Berita Merdeka Online – Dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Polres Tolitoli menunjukkan wajah humanis Kepolisian melalui aksi nyata berbagi sembako kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabinuang, Kelurahan Nalu. Langkah ini bukan sekadar rutinitas seremoni tahunan, melainkan bentuk keberpihakan nyata Polri terhadap masyarakat kecil yang hidup dalam tekanan ekonomi.

Kapolres Tolitoli, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, turun langsung bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tolitoli dan jajarannya untuk menyerahkan paket sembako kepada warga yang sehari-hari mencari penghidupan dari tumpukan sampah. Ini bukan hanya tentang beras, minyak goreng, atau telur yang dibagikan—tetapi tentang empati, pengakuan, dan kehadiran negara di sisi mereka yang kerap terpinggirkan.

Baca Juga:

Polda Sulteng Gelar Pemeriksaan Gratis bagi Driver Ojol

Dalam konteks hari ini, ketika kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara diuji oleh berbagai isu, aksi seperti ini menjadi oase di tengah keraguan. Polri tidak cukup hanya dilihat sebagai alat penegak hukum semata, tetapi juga harus menjadi penjaga nilai kemanusiaan. Kegiatan sosial semacam ini mencerminkan bahwa kepolisian bukan hanya tentang peluit dan borgol, tetapi juga tentang hati dan kepekaan sosial.

Pemulung di TPA bukan sekadar angka statistik kemiskinan. Mereka adalah wajah ketahanan hidup masyarakat bawah yang kerap luput dari kebijakan. Maka kehadiran aparat di tengah mereka adalah bentuk pemulihan relasi sosial antara penguasa dan yang dikuasai, antara petugas dan rakyat jelata.

Baca Juga:

Sidokkes Tolitoli Gelar Layanan Kesehatan Gratis Ojol

Lebih dari itu, bantuan sembako adalah simbol bahwa keadilan sosial bukan sekadar jargon. Dalam skala kecil, Polres Tolitoli telah memberi pelajaran besar bahwa keteladanan tidak hanya dibangun di ruang sidang atau panggung upacara, melainkan juga dari sentuhan tangan langsung kepada rakyat.

Namun perlu ditegaskan, kegiatan sosial tidak cukup berhenti pada momen peringatan. Kepedulian harus menjadi budaya institusi, bukan hanya kegiatan insidental. Kegiatan ini idealnya menjadi awal dari model kepolisian yang responsif dan partisipatif terhadap kebutuhan warga miskin di daerah-daerah terpencil.

Baca Juga:

108 Pecatur Ramaikan Turnamen Catur Kapolres Tolitoli

Tajuk ini ingin menegaskan bahwa keberpihakan pada kaum rentan bukan hanya tugas lembaga sosial atau pemerintah daerah. Polisi pun, sebagai perpanjangan tangan negara, memiliki tanggung jawab moral untuk berdiri di garis depan kemanusiaan.

Masyarakat berharap, kegiatan seperti ini tidak hanya berlangsung di Tolitoli atau menjelang Hari Bhayangkara saja. Tapi menjadi cermin peran Polri di seluruh Indonesia—yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menghidupkan harapan. (Alm)

Kapolres Tolitoli serahkan langsung sembako kepada pemulung
Kapolres Tolitoli AKBP Wayan Wayracana Aryawan serahkan bantuan sembako di TPA Kabinuang

Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.