BENGKULU, Berita Merdeka Online — Gabungan Ormas dan LSM Bengkulu Bersatu (GOLBE) resmi menunda rencana aksi unjuk rasa yang sebelumnya dijadwalkan pada Selasa, 3 Maret 2026. Pemberitahuan penundaan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 384/GOLBE/BENGKULU/III/2026 tertanggal 2 Maret 2026 kepada Polres Kota Bengkulu. Demikian disampaikan Koordinator GOLBE Hasnul Effendi Melalui pesa WhatsApp Senin -02 Maret 2026 ke Redaksi Media Harian Berita Merdeka Online

Surat ditujukan kepada Kapolres Kota Bengkulu, Cq. Kasat Intelkam, sebagai bentuk kepatuhan terhadap mekanisme hukum dan prosedur penyampaian pendapat di muka umum.

Dalam surat yang ditandatangani Penanggung Jawab Malani dan Koordinator Aksi Apriyanto serta diketahui Koordinator GOLBE Hasnul Effendi, disebutkan bahwa penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan momentum bulan suci Ramadan serta proses pengumpulan data tambahan.

Surat penundaan aksi GOLBE diserahkan ke Polres Kota Bengkulu

Aksi tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung di Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu dan Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

“Kami masih mengumpulkan data tambahan dari enam tuntutan yang kemungkinan berkembang menjadi sembilan tuntutan. Waktu pelaksanaan aksi akan ditentukan kemudian,” demikian isi keterangan dalam surat tersebut.

Langkah penundaan ini sekaligus menegaskan komitmen GOLBE untuk tetap mengedepankan etika, ketertiban, serta menghormati situasi sosial-keagamaan masyarakat di Provinsi Bengkulu.

Sebelumnya, pada 16 Februari 2026, GOLBE telah menyampaikan surat pemberitahuan aksi kepada aparat kepolisian terkait rencana unjuk rasa sebagai bentuk kontrol sosial terhadap proses penegakan hukum.

Penundaan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mematangkan materi tuntutan serta menjaga kondusivitas daerah. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi yang menjadi tujuan aksi terkait surat penundaan tersebut. (Red)