Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Agam bergerak cepat mematangkan persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat ke-XVI tahun 2026. Pemusatan latihan (Training Center/TC)
Agam, Berita Merdeka Online – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Agam bergerak cepat mematangkan persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat ke-XVI tahun 2026. Pemusatan latihan (Training Center/TC) intensif mulai digencarkan guna memantapkan fisik, teknik dan taktik para atlet.
Sesi pemusatan latihan ini dilaksanakan Sabtu (26/9) di Gedung Olahraga Rang Agam Lubuk Basung, dengan fokus utama pada penguatan kerjasama tim serta penerapan strategi permainan dari jajaran pelatih.
Ketua PSTI Agam, Yerno Arsel, menyampaikan bahwa para atlet yang mengikuti pemusatan latihan saat ini merupakan hasil seleksi ketat yang telah dilaksanakan pada 15 Agustus lalu.
”Para atlet yang mengikuti TC saat ini merupakan hasil seleksi ketat pada 15 Agustus kemarin. Saat ini kita sangat perlu menggelar pemusatan latihan agar para atlet benar-benar paham dan dapat menyerap taktik serta strategi permainan yang diberikan oleh pelatih,” ujar Yerno Arsel.
Yerno mengungkapkan bahwa untuk tahap awal persiapan ini, mulai dari proses seleksi hingga pemusatan latihan yang sedang berjalan, seluruhnya diupayakan secara mandiri oleh kepengurusan PSTI Agam tanpa sentuhan anggaran daerah.
”Untuk perdana persiapan ini, baik seleksi kemarin maupun TC yang sedang berjalan saat ini, memang belum ada kejelasan dukungan, baik dari KONI maupun Disparpora Agam. Namun alhamdulillah, dua agenda kegiatan ini tetap bisa terlaksana menggunakan dana pribadi kami selaku pengurus,” ungkap Yerno.
Yerno juga blak-blakan menyoroti kondisi riil yang dialami cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Agam selama ini, bahkan sebelum konflik internal daerah mengemuka. Ia katakan KONI Agam dengan kepengurusan lama yang berakhir pada 31 Agustus kemarin sama sekali tidak ada pemikiran untuk membantu pencairan dana biaya operasional cabor, malahan utamakan acara Raker (Rapat Kerja) 2026 di Hotel Axana Padang, padahal Ketum Koni Agam itu sendiri saat berpidato, iya menyampaikan bahwasannya kondisi keuangan daerah tidak dalam kondisi baik-baik saja.
“Padahal Raker itu bisa dibuat sederhana mungkin pelaksanaannya, tapi kok dilaksanakan di hotel mewah, jadi tanpa ada suntikan dana, cabor-cabor di Agam tetap berjalan mandiri. Jadi begitulah kondisi cabor di Agam saat ini, tanpa ada perhatian, motivasi, maupun pembinaan dari Pemkab maupun KONI Agam sendiri,” cetusnya.
Yerno juga menyayangkan sikap acuh tak acuh pihak terkait terhadap kebutuhan mendasar latihan atlet, seperti sarana prasarana dan peralatan.
”Bagaimana bisa meraih prestasi kalau minus pembinaan? Kami di cabang takraw saja tidak mendapat respons sama sekali dari Pemkab maupun KONI terkait permohonan lapangan pemusatan latihan yang sudah lama kami idam-idamkan dan sudah kami ajuhkan surat permohonan permintaan lokasi lahan sejak awal tahun 2024, tapi tidak ada hasilnya. Kantor KONI semakin lama terlihat semakin bagus, tapi cabor beserta peralatan latihannya tidak ada sama sekali diperhatikan,” tegas Yerno.
Terkait konflik organisasi, Yerno menegaskan PSTI Agam enggan terseret dan memilih tetap fokus pada nasib para atlet.
“Terkait persoalan maupun konflik yang ada antara KONI Agam dengan Pemkab Agam, kami di PSTI Agam tidak ingin mengurusinya. Fokus utama kami 100 persen adalah atlet dan prestasi,” tambahnya.
Disisi lain, Yerno membeberkan dinamika pendaftaran kontingen dan kepastian jadwal gelaran Porprov Sumbar XVI 2026 yang dijadwalkan pada 02 hingga 14 Oktober 2026 di Kabupaten Pesisir Selatan.
”Sampai hari ini baru ada 7 kabupaten/kota yang mendaftarkan kontingennya. Bahkan Kabupaten Pesisir Selatan sendiri sebagai tuan rumah belum mendaftarkan kontingennya. Terkait isu perubahan jadwal Porprov Sumbar, sampai hari ini juga belum ada rilis resmi dari Pemerintah Provinsi maupun KONI Sumatera Barat,” jelasnya.
Melihat kondisi dinamika pendaftaran daerah lain, Yerno menilai hal tersebut menjadi momentum dan peluang tersendiri bagi kesiapan tim Sepak Takraw Kabupaten Agam.

”Dengan kondisi ini, kalau ajang tetap berlanjut, tentu menjadi peluang besar bagi atlet sepak takraw Agam untuk memboyong semua medali emas nantinya,” pungkas Yerno sambil tersenyum tipis.
Meskipun berjalan ditengah berbagai keterbatasan dan kemandirian dana, PSTI Agam berkomitmen penuh untuk tetap tampil maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Agam di pentas Porprov Sumbar XVI 2026. (KN)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan