Kutacane, BMon – Berita Merdeka Online – Pembangunan Beronjong untuk pengamanan tebing sungai Lawe Alas Aceh Tenggara (Agara), diduga asal-asalan dikerjakan oleh PT. Polada Mutiara Aceh, dengan nomor kontrak PB.02.01/BWS 1.7.2/82, dan tanggal kontrak 01 Februari 2021 yang bersumber dari dana APBN.
Pantuan dilapangan Rabu 31/03/2021, saat pengisian batu beronjong tersebut terlihat mengunakan alat berat Eskavator, dan diikuti sejumlah tenaga kerja untuk merapikan batu yang dimasukan oleh alat berat tersebut, dan pengisian beronjong itu banyak terlihat mengunakan batu besar seperti batu kelapa. Selain itu, ada beberapa titik beronjong yang sudah siap tidak diikat atau tidak dikunci sebagai mana biasanya, kemudian langsung ditimpa dengan beronjong berikutnya, dan dipapan proyek tidak tercantum pagu anggaran beronjong tersebut, hanya terlihat nama perusahaan, nomor kontrak, dan sumber dananya.
Sementara, Irwandi.ST sebagai Konsultan Pengawas lapangan, mengatakan proyek itu dari Balai Wilayah Sungai Sumatera-1 Propinsi Aceh, jadi mengenai pengisian beronjong itu betul memakai alat berat, mulai dari pondasi beronjong sampai rata dengan tanah, setalah rata dengan tanah beronjong itu baru sistem manual pekerjaannya, sebab batu yang dimasukan oleh alat barat itu, merupakan batu pilihan dari galian C Desa Buah Pala, yang dibawa oleh armada Dam Truk dan ditumpukan didekat proyek, batu itu yang dimasukan ke beronjong tersebut, sebutnya
” Kita tidak mau mengambil batu yang tidak memiliki ijin galian C, galian C di Buah Pala itu memiliki ijin “, katanya
Kata Irwandi, beronjong yang belum diikat atau belum dikunci itu akan kita perbaiki, dan mengenai pagu proyek itu tidak ditampilkan di papan plang, karna pagunya belum ditentukan.
” saya katakan nanti pagunya 28 Milyar tau-taunya ada pemetongan untuk Covid, yang jelas itu tim Propinsi yang tau”, ucapnya
Ditempat terpisah, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (P2TSP) Aceh Tenggara Ir. Edi Suriadi, menyebutkan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang resmi ada 4 (empat) perusahaan, keempat perusahaan itu tidak ada satupun alamatnya di Buah Pala, sebut Edi (Basri)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan