SELUMA, beritamerdekaonline.com – Sudah puluhan tahun masyarakat Sari Mulyo merindukan adanya pengaspalan jalan di depan rumah mereka.

Fasilitas jalan yang di anggap penting untuk tolak ukur tarap kehidupan di masyarakat, sama sekali di rasakan oleh masyarakat Desa Sari Mulyo, yang kebetulan dekat dengan kantor kecamatan, Jumat (6/11/2020).

Ironisnya, sudah puluhan tahun, sejak tahun 1972 hingga sekarang, jalan tersebut belum pernah di aspal

Hal ini di sampaikan salah satu warga Sari Mulyo, Subroto mengatakan, bahwa sejak tahun 1972 sampai saat ini, memang jalan pemukiman desanya tidak pernah dilakukan pengaspalan jalan.

“Kami tidak tau letak kesalahannya dimana, sampai desa kami tidak di perhatikan, bahkan sudah beberapa kali proposal kami ajukan, sudah beberapa kali pula, kami membawa proposal kepada DPRD Seluma, namun kenyatannya sampai sekarang belum ada titik terang,” jelasnya.

Diungkapkannya, bahwa di setiap pagelaran Pilkada, baik itu gubernur ataupun bupati, desanya selalu kompak memenangkan pasangan yang menang Pilkada. Namun kenyatannya, setelah itu juga tidak ada buktinya.

“Dana ADD dan DD untuk desanya tidak mencukupi. Bahkan kata perangkat desa dan kepala desa, mereka berjanji anggaran tahun 2021 akan fokus di infrastruktur jalan kata kepala desa waktu itu, lagi lagi nihil kenyataannya,” jelas Broto.

Sementara itu, kades desa Sari mulyo, Suparman membenarkan, bahwa desanya untuk jalan lingkungan memang belum tersentuh aspal walaupun setetes, dan yang di aspal baru beberapa tahun lalu adalah jalan penghubung antara desa.
Sedangkan jalan lingkungan, belum sama sekali.

“Tapi kami tahun depan dengan dana desa akan memprioritaskan jalan lingkungan tersebut, dan dana tahun ini di fokuskan untuk penanggulangan covid 19, tidak itu saja kami sekarang baru mengajukan proposal ke dinas PU propinsi Bengkulu, mudah mudahan terealisasi,” ucap Suparman.

Senada dengan itu, Sunardi mantan kades Desa Sari Mulyo juga membenarkan, kalau desanya belum pernah di aspal pada jalan pemukiman sampai kini.

“Sewaktu saya menjadi kades dulu, pembangunan saya utamakan untuk membedah jalan pemukiman warga yang terisolir puluhan tahun, yaitu dengan pembuatan jalan baru dan pengoralan sepanjang 3,5km,” jelasnya.

“Dan di periode kedua rencananya, akan saya prioritas untuk jalan pemukiman. Tapi apa daya nasib berkata lain saya kalah di pemilihan Kades, jadi rencana atau planning terhenti, karna beda pimpinan beda cara kerjanya,” tutup Sunardi. (MS)