Usut kasus ADD Mangkrak Forum Pemuda Aceh Utara Angkat Bicara

Kondisi rumah dhuafa yang belum selesai pengerjaannya dari sumber anggaran dana desa, APBG Gampong Bantan, Kec. Cot Girek, Kab. Aceh Utara tahun 2018. (foto : zol)

Aceh Utara – Sebanyak 4 unit rumah dhuafa di Gampong Kampung Bantan, Kecamatan Cot Girek, Kab. Aceh Utara belum diselesaikan anggaran tahun 2018. Penegak Hukum diminta segerak eksekusi permasalahan tersebut.

Sebanyak 4 unit rumah bantuan bersumber dari alokasi dana desa tahun 2018 tak usai dikerjakan, namun anggaran tersebut 100 persen sudah dicairkan dalam rekening desa.

Penelusuran beritamerdekaonline.com di lokasi, beberapa rumah alokasi dana desa 2018 type 36 tersebut belum selesai dikerjakan. Amatan wartawan di salah satu rumah terlihat dinding bagian dalam belum diplester. Belum lagi plafon rumah hingga teras yang belum dikerjakan. Demikian juga kondisi pintu dan jendela yang belum dipasang. Kondisi ini terjadi di beberapa rumah di gampong tersebut.

Akibat belum selesainya pembangunan rumah dhuafa, calon penerima manfaat salah satunya Armi warga desa Kp.Banten dengan kondisi pisik cacat harus tetap bersabar menempati rumah lamanya, tanpa tahu pasti kapan bisa menempati rumah tersebut.

Selayaknya para calon penerima bantuan sudah bisa menempati rumah bantuan yang bersumber dari Alokasi Dana Desa TA 2018.

Ketua Forum Pemuda Aceh Utara Musfendi meminta aparat penegak hukum untuk memproses dugaan kasus penyelewengan uang negara yang terbukti dengan sengaja tak menyelesaikan proyek rumah dhuafa.

“Kami meminta Penegak hukum untuk mengusut dugaan korupsi dana desa di Gampong Bantan,” ujar ketua FPAU yang bermitra Ombudsman RI perwakilan Aceh, Rabu (16/10/2019).

Permintaan ini kata Musfendi beralasan, karena anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan pembangunan rumah dialokasikan tahun 2018, ia mensinyalir adanya praktek melawan hukum yang dilakukan oleh Camat setempat yang merekomendasikan untuk pencairan dana desa tahun 2019.

Menurut penuturan M. Daud, hingga berakhirnya masa jabatan Keuchik Gampong Bantan pada sekitar bulan April lalu, rumah tersebut tak kunjung selesai dikerjakan.

“Tahun sudah menunjukan bulan Oktober 2019, sementara rumah itu dibangun tahun 2018 belum 100 persen dikerjakan. Disini saja sudah jelas tindak pidananya. Lalu, bagaimana bisa dalam hal ini Camat Cot Girek merekomendasikan untuk pencairan dana desa untuk Kp. Bantan, sementara realisasi kegiatan di lapangan belum 100 persen. Kami menduga ada upaya upaya tindakan melangar hukum dalam kasus ini” cetus Musfendi.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Cot Girek Drs Maksun MAP melalui Kasie PMD, M. Daud membenarkan kondisi rumah bantuan tersebut. Ia menyebut, pihak kecamatan telah memanggil Keuchik Gampong Bantan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Sudah kami panggil dan keuchik tersebut sudah menghadap camat, tapi saya tidak ikut dalam pertemuan yang waktu itu sekitar bulan Februari 2019. Saya dengar hasilnya, mantan keuchik Ibrahim itu komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan, Sehingga kita buat surat perjanjian pertanggung jawaban keuchik lama bahwa rumah itu akan dikerjakannya hingga selesai. Saya tidak mau menerima resiko, karena itu kan bukan di masa saya” kata M. Nur sembari memperlihatkan dan memberikan salinan surat perjanjian yang ditandatangani seluruh aparatur desa kp.Bantan. Pada surat perjanjian tertanggal 27 Juli tersebut, Keuchik, bendahara berikut TPK menyatakan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan yang terbengkalai.

“Rumah dhuafa yang dibangun tahun 2018 itu sebanyak 6 unit. Baru 2 unit yang selesai dan ditempati. 4 unit lainnya belum siap” kata Pj Keuchik kp.Bantan M. Nur.

Menurut M. Nur dirinya baru diangkat menjadi Pj Keuchik pada pertengahan tahun ini atau sekira bulan Mei. Begitu dilantik, dirinya kemudian baru mengetahui 4 unit rumah bantuan itu tidak selesai dikerjakan. Ia pun berinisiatif untuk memanggil keuchik demisioner.

Ketika ditanyai upaya yang dilakukan oleh M. Nur, ia menyebut telah menghubungi keuchik tersebut namun tak ada respon yang menggembirakan.

Pukul 00.00 wib, mantan geuchik Ibrahim baru membalas melalui via whatshap” bahwa beliau tidak menggakui hal tersebut. Pun, demikian Camat Cot Girek Drs Maksum hanya menjawab singkat bahwa konfirmasi oleh Kasie PMD sudah memadai. (Zulkifli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 + 18 =