Kutacane, Berita Merdeka Online – Pendataan dari Dinas Pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DPPKB) Aceh Tenggara, bahwa Stuting di Aceh Tenggara Meningkat mencapai 34,1 persen, sedangkan di Aceh 33,2 persen. Artinya di Aceh tenggara rata di atas nasional. Sebut Budi Afrijal, Rabu (23/02/2022).
Kata Budi, Dinas Pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DPPKB) berupaya menekan angka Stunting itu, melalui program pemberian layanan melakukan pendataan, mulai pengantin baru, ibu hamil,ibu menyusui, dan anak dibawah 5 tahun.
Untuk mengurangi resiko anak mengalami stunting dapat dilakukan sejak masa Elsipil siap nikah siap hamil , sebab tahun 2022 pihaknya akan terus berupaya untuk memantau dan melaksanakan program pemeriksaan di Desa-Desa atau di posyandu terdekat , ucapnya.
Selain itu, pihak DPPKB membentuk Tim pendamping keluarga (TPK) yang ada di desa, terdiri dari tiga orang yakni, satu orang bidan Desa, kader ibu PKK dan kader ibu DPPKB, dari 385 desa
jumlah kader sebanyak 1488 yang tersebar di Agara.
” Sasaran yang kita upayakan untuk calon pengantin ibu hamil, ibu menyusui dan anak di bawah 5 tahun”, kata Budi.
Bagi para calon ibu untuk dapat memanfaatkan layanan gratis yang ada di posyandu terdekat atau melalui puskesmas, dan diharapkan ibu yang mengandung agar mendapatkan asupan gizi tambahan seperti makanan tambahan, vitamin yang sesuai standar kesehatan, harap Budi. (Basri)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan